HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Infomarsi

Korban Penganiayaan Kecewa, Terdakwa tidak Ditahan

By On April 05, 2020

teks foto : korban ketika menunjukkan putusan dari Pengadilan Negeri Padangsidempuan.(istimewa)
Padangsidempuan - Nurlaila Hasibuan, korban penganiayaan mengaku tidak puas dan kecewa dengan keputusan yang diambil oleh hakim pengadilan negeri Padangsidempuan dan tuntutan dari oknum Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapanuli Selatan, atas terdakwa PL.

Hakim yang diketahui oleh Julius Panjaitan dan dua hakim anggota yaitu Hasnul Tambunan dan lainnya mengadili PL yang terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan dengan pidana penjara selama tiga bulan.

Kemudian, dalam keputusan, hakim juga menekankan bahwa pidana tersebut tidak usah dijalani, kecuali jika dikemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain dan disebabkan karena terpidana melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama enam bulan berakhir.

Ketidakpuasan terhadap keputusan pengadilan dan oknum jaksa di Kejari Tapanuli Selatan itu dikatakan oleh Nurlaila Hasibuan, kepada awak media di Padangsidempuan, Jumat 3 Maret 2020.

"Keputusan dari PN Padangsidempuan atas terdakwa PL itu keluarnya 4 Februari 2020. Saya tidak puas dengan keputusan itu, saya merasa tidak mendapatkan keadilan yang seadil adilnya dari pengadilan. Saya menjadi korban, tapi mengapa terdakwa tidak dilakukan penahanan," kata Nurlaila.

Selain itu, korban yang seorang ibu rumah tangga ini juga kecewa atas sikap jaksa yang menangani perkara penganiayaan yang menimpanya. Sebab, korban tidak mendapatkan informasi tentang jadwal persidangan.

"Saya tidak ada diundang ketika persidangan vonis atau pengambilan keputusan, jaksa penuntut umum dari kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan Halffeus Hangoluan Samosir. Jadi karena tidak tahu jadwalnya, makanya saya tidak hadir. Saya tahunya terdakwa yang kini menjadi terpidana itu tidak ditahan setalah saya meminta salinan putusan pengadilan, Kamis 2 April 2020, kemarin," tandas Nurlaila.

Juru bicara Pengadilan Negeri Padangsidempuan, Fadel Pardamean Batte ketika dikonfirmasi wartawan mengaku tidak ditahannya terpidana bukan ranahnya pengadilan. Sebab, mereka sudah mengadili.

"Coba pertanyakan kepada jaksa yang menangani, pengadilan sifatnya mengadili. Lagi pula, tidak ditahannya terpidana juga telah ada dan ditentukan oleh kitab undang undang hukum acara pidana (KUHAP), pasal 21 ayat 4. Akan tetapi, ada juga yang bisa ditahan sesuai dengan undang undang itu," kata Fadel Pardamean Betee.

Ketika ditanya apakah terpidana menyerahkan sejumlah jaminan terhadap pengadilan, sehingga tidak dilakukan penahanan penjara. Mendengar itu, Fadel Pardamean enggan untuk membeberkannya.

"Kalau masalah jaminan itu memang ada dalam undang undang, bisa sejumlah uang atau orang, akan tetapi, dalam perkara ini, saya belum tahu apakah tidak ditahannya terpidana ada jaminan atau tidak. Untuk lebih jelasnya, silhakan tanya dengan jaksa yang menanganinya," tandasnya.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Tapanuli Selatan Halffeus Hangoluan Samosir, ketika dikonfirmasi wartawan melalui selularnya membenarkan bahwa PL tidak ditahan seperti keputusan Pengadilan Padangsidempuan.

"Memang yang bersangkutan (PL) tidak ditahan, akan tetapi, jika PL kemudian hari melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama enam bulan berakhir. Maka dia akan dilakukan penahan kurungan penjara," kata Halffeus Hangoluan Samosir.

Mengenai korban tidak diundang dalam persidangan pengambilan keputusan atau vonis. Sehingga korban tidak menghadiri persidangan. Mendengar itu, Halffeus Hangoluan Samosir mengatakan agar korban aktif.

"Iya, seharusnya korban aktiflah. Karena sewaktu pemeriksaan sejumlah saksi, korban kita undang untuk hadir, sedangkan untuk pengambilan keputusan, seharusnya beliau aktif, tugas utama kita yaitu menghadirkan terdakwa dalam persidangan. Kita mohon maaf jika korban merasa keberatan dalam proses persidangan," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, PL seorang ibu rumah tangga berusia 45 tahun, beralamat di Jalan Baru, Lingkungan I, Kelurahan Aek Pining, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan menganiaya korban Nurlaila Hasibuan di Desa Bandar Hanipis, Kecamatan Muara Batangtoru, Minggu 23 Juni 2019.

Awalnya, sebelum penganiayaan itu terjadi, PL dan korban terlihat adu mulut. Penyebab itu dikarenakan terdakwa meminta agar korban menghentikan atau menutup usaha usaha Galian C milik korbannya. Sebab, usaha itu menurutnya sangat merugikannya. Akan tetapi, dikarenakan usaha itu memiliki izin, korban tidak mengikuti kemauan itu. Sehingga terjadilah perkelahian.(rz)

Ibu Hamil di Medan Raih Crown Mobil Toyota Avanza dari PT MSI

By On February 17, 2020

Teks foto : Helmi Purba ketika diberikan penghargaan di kegiatan Success Training.(Istimewa) 
Medan - Helni Purba adalah seorang ibu hamil (Bumil) peraih reward crown satu unit mobil avanza dari PT. Mahkota Sukses Indonesia (MSI).

Dia adalah member asal Kota Medan yang meraih new crown dari perusahaan yang bergerak dibidang Multy Level Marketing (MLM) atau pemasaran dengan sistem berjenjang dan dipimpin oleh Muhammad Daud.

Reward new crown yang diraihnya terungkap dalam Success Training atau pelatihan sukses yang digelar oleh PT MSI di Hotel Grand Antares, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Minggu 16 Februari 2020.

Ada beberapa jenis reward yang bisa diraih oleh member MSI seluruh Indonesia, diantaranya paket hanphone, jalan jalan keluar negeri, kemudian ada crown dan royal crown.

Kalau mendapatkan reward crown, berarti member memperoleh hadiah satu unit mobil avanza atau senilai Rp 150 juta, sedangkan royal crown mendapatkan satu unit mobil mitsubishi Pajero Sport.

Helni Purba dalam pemaparanya mengungkapkan bahwa new crown yang diraihnya itu penuh dengan perjuangan. Ada beberapa langkah spesial yang dilakukan sehingga meraih reward tersebut.

"Penghargaan yang diberikan hari ini, adalah suatu kebanggaan buat saya sendiri, saya ucapkan terima kasih terhadap MSI, saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sekarang sedang mengandung dengan usia kehamilan enam bulan, tapi meski begini, saya terus berusaha mengembangkan usaha MLM dibawa naungan PT MSI," kata Helni.

Menurut Helni, dia adalah seorang wanita yang hidup dengan keterbatasan, serba kekurangan. Wanita yang lahir dan besar di Kota Sibolga ini resmi menjadi member di MSI di Bulan Mei 2015.

"Saya tahun 2007 merantau ke Kota Medan untuk merubah nasib, kemudian saya kuliah, setelah tamat saya bekerja diperusahaan swasta sebagai staff, setelah itu, ditahun 2015 saya resmi join dengan MSI," ucap Helni yang kini berusia 31 tahun.

Setelah Helni join dengan MSI, kemudian dia menikah dan akhirnya pulang kekampung halaman di Sibolga. Setelah menikah, dia bersama suaminya tidak memiliki uang. Sehingga mereka memutuskan untuk meminjam uang kepada seseorang dengan jaminan.

"Setelah mendapatkan pinjaman dari salah satu keluarga, akhirnya saya beranikan untuk pergi ke Kota Medan dan bertekad membesarkan MSI ini. Dengan uang Rp 30 yang saya pinjam, saya beranikan diri untuk membesarkan usaha MLM saya ini bersama suami. Kemudian, uang itu kami belikan produk yang tersedia oleh MSI, yaitu produk kecantikan," kata dia.

Uang sebesar Rp 30 juta diperuntukannya untuk membayar sewa rumah sebesar Rp 15 juta dan sisanya untuk membeli produk usaha yang ada di MSI. Setelah itu, usaha MLM yang ditekuni membuahkan hasil. Dia telah mendapatkan keuntungan yang luar biasa.

"Cita cita saya awalnya hanya sebatas bisa membangun rumah orang tua dikampung, tapi karena hasil yang saya dapatkan melalui MSI ini sungguh nyata dan luar biasa, akhirnya saya bisa membeli tanah di kawasan Tembung, membeli rumah dan membangun rumah orang tua dikampung. Ini semua sudah saya rasakan, bahkan saya juga mendapatkan reward jalan jalan ke Paris, Belanda dan yang lainnya. Saya saja bisa, teman teman yang lain harus bisa juga. Sekarang, saya meraih new crown mobil avanza," ucap dia.

Perjuangan yang dilakukan dia untuk mendapatkan reward new crown tidak mudah, dia harus terus berusaha bersama suami tersayangnya yang selalu mendukung. Bahkan dia ada tips khusus agar meraih crown tersebut.

"Pertama harus selalu berdoa dan lakukan action (bertindak), harus punya impian, kuasai MSI dan harus punya stok produk dan harus lalukan promo secara konsisten, kalau ini tidak ada dalam diri kita, kita pasti tidak akan berhasil. Semakin lama saya semakin giat menjalankan usaha MLM ini, selain itu, bisnis MSI ini tidak punya resiko, hanya modal Rp 425 ribu, kita sudah dapat produk dan mengembangkan usaha," tandasnya.

Dalam kegiatan Success Training, juga dihadiri oleh Budi Eko selaku member asal Kota Medan yang telah mendapatkan reward royal crown. Dia mendapatkan satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport.

"Keberhasilan untuk meraih kesuksesan dalam usaha di MSI harus ada semangat, sukses itu tergantung dengan impian kita, kalau impian kita besar, itu yang akan membuat kita semangat, impian itu juga harus realistis dan apa yang harus dicapai," ucap Budi Eko.

Selanjutnya, Eko menyampaikan kalau seseorang itu mempunyai impian yang kecil, maka itu tidak membuat seseorang itu menjadi termotivasi.

"Kalau impian kecil, tidak berhasil juga tidak apa apa. Tapi kalau impian yang besar dan realistis, maka akan semangat untuk mengejarnya. Jika semua member menjalankan impian yang besar, saya yakin, maka kita semua akan mendapatkan royal crown. Selain itu, training seperti ini harus terus dilakukan untuk menambah wawasan, ilmu maupun strategi," kata Budi.

Kegiatan pelatihan sukses ini juga dihadiri oleh Yuana, seorang ibu rumah tangga yang telah mendapatkan reward royal crown sebanyak sembilan kali dan mendapatkan crown belasan kali.(sozato)

Polda Kaltara Sita Dokumen Perusahaan di Medan

By On February 03, 2020

Personel Kepolisian ketika memaparkan hasil pengungkapan.(foto : istikewa) 
Medan - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Utara (Kaltara) memburu pelaku dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) berinisial MS.

Ditreskrimsus Polda Kaltara Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) memburu MS direktur dari PT PNIM sampai ke Medan, tepatnya di Kecamatan Medan Kota dan dibekup oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Bahkan mereka sampai berhari hari untuk melakukan penangkapan itu.

Akan tetapi, ketika kepolisian sampai dirumah direktur PT PNIM, dia tidak berada ditempat, diduga pelaku sudah mengetahui kedatangan tim anti kejahatan dari Polda Kaltara maupun Polda Sumatera Utara itu.

Kasubdit IV Tipidter Polda Kaltara AKBP Hidayat Asykuri Ginting didampingi Kanit II AKP Choirul Jusuf kepada wartawan membenarkan telah melakukan pengejaran pelaku yang melanggar TPPU sampai ke Medan.

"Iya, Direktur PT PNIM berinisial MS kita kejar sampai ke Kota Medan, kita sudah dua hari berada di Kota Medan untuk memburu pelaku, akan tetapi yang bersangkutan tidak kita temukan. Alhasil, kita menyita sejumlah dokumen penting terkait dengan perusahaan atau badan hukum dan lainnya," kata Kasubdit IV Tipidter Polda Kaltara, AKBP Hidayat A Ginting, Minggu 2 Februari 2020, ketika di Mapolda Sumatera Utara.

Menurut Hidayat, awal penetapan MS sebagai tersangka pelanggaran TPPU adalah perkara penipuan dan penggelapan. Dimana kepolisian menduga bahwa uang hasil kejahatan yang dilakukan pelaku mengalir untuk PT PNIM yang bergerak di bidang penjualan bahan bakar migas jenis solar industri ke perusahaan kelapa sawit maupun Batu Bara diwilayah Kaltara.

"Jadi awalnya kita tetapkan HA, karyawan dari PT PNIM, dia diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Perusahaan mencari pemodal dengan modus bisa menyalurkan minyak keperusahaan yang ada di Kaltara. Akan tetapi, realitanya tidak sesuai dengan kesepakatan sehingga tiga orang pemodal mengalami kerugian sebesar Rp 12 miliar. Uang hasil kejahatan itu, diduga mengalir ke PT PNIM, sehingga dengan alat bukti yang kuat, kita tetapkan direktur PT PNIM berinisal MS sebagai tersangka," terang Hidayat.

Selanjutnya, Kanit II Subdit IV Tipidter AKP Choirul Jusuf menambahkan bahwa penetapan tersangka terhadap MS juga sudah dilakukan proses normatif yang cukup panjang. MS telah dipanggil sebanyak dua kali tapi tidak hadir.

"Dia (MS) sudah dua kali kita lakukan pemanggilan, namun tidak hadir sehingga kita tetapkan tersangka. Setelah itu, lalu kita lakukan pemanggilan sekaligus dengan surat perintah membawa, akan tetapi dia tidak ada dialamat yang kita miliki. Sehingga kita lakukan pengejaran yang alamatnya di Kota Medan," kata Choirul Jusuf.

Menurut Kanit, dalam menuntaskan kasus TPPU, kepolisian akan terus memburu MS dan mencari sejumlah aset perusahaan dan kemana saja uang hasil kejahatan itu dipergunakan.

"Menurut informasi dan data outentik yang kita miliki, uang hasil kejahatan penipuan dan penggelapan mengalir keperusahaan sebanyak Rp 6 miliar. Pelaku kita buru sampai ke Medan. Akan tetapi, ketika kita lakukan pengejaran selama dua hari. Pelaku tidak kita temukan, hanya saja sejumlah dokumen kita sita, pendirian PT PNIM, rekening koran PT PNIM dan sejumlah slip pembayaran oleh PT PNIM serta bukti perjanjian kerjasama," kata Jusuf.

Karena pelaku MS tidak ditemukan ketika dilakukan penggeledahan dibeberapa tempat di Kota Medan, kepolisian akan terus melakukan pencarian, bahkan tidak menutup kemungkinan sampai keluar negeri.

"Dalam kasus ini, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru, apabila penyidik berhasil menemukan alat bukti maupun barang bukti yang baru dan mendukung. Kedepan dalam mencari tersangka MS, kita akan koordinasi dengan Bareskrim Polri untuk pencarian, kita harapkan MS mau berprilaku koperatif," tandasnya.(re)

Kapolda Sumut : Penghargaan untuk Anggota yang Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Hakim di Medan

By On January 16, 2020

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin.(Foto : istimewa) 
Medan - Kepolisian dari Sektor Medan Baru, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara telah mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi terhadap korbannya, Jamaluddin, seorang Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Pembunuhan terhadap Jamaluddin dilakukan oleh istri keduanya berinsial ZH, bersama dua orang temannya, RP dan JP, Jumat 29 November 2019, kemarin.

Setelah mendapati kejadian itu, kepolisian membentuk tim, melakukan penyelidikan, bahkan sampai melakukan otopsi dan visum yang bekerja sama dengan pihak Laboratorium Forensik Mabes Polri.

Pembunuhan yang dilakukan ketiga pelaku cukup bagus, mereka nyaris tanpa meninggalkan alat bukti dan tanda kekerasan. Namun, karena kerja sama dan kerja keras yang dilakukan, penyidik akhirnya bisa menemukan alat bukti hingga memutuskan tiga orang sebagai tersangka. Salah satunya adalah istri muda korban.

Atas kerja sama dan kerja keras yang dilakukan tim kepolisian untuk mengungkap kasus pembunuhan ini, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin akan memberikan penghargaan.

"Iya, kita akan berikan penghargaan kepada anggota, tuntasnya kasus ini berkat kerjasama anggota. Saya apresiasi itu. Saya sudah mengusulkan penghargaan untuk anggota," kata Martuani Sormin, kepada wartawan di Medan, Jumat 17 Januari 2020.

Ada berbagai bentuk penghargaan yang akan ditawarkan oleh Martuani Sormin. Diantaranya berupa pin emas, perak dan sekolah atau pendidikan.

"Saya juga pernah mendapat pin emas dari bapak Kapolri. Rasanya ada rasa bangga dan syukur. Penghargaan akan saya berikan kepada anggota yang terlibat langsung. Penghargaan lainnya bisa juga Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB). Semua penawaran ini sudah saya usulkan kepada bapak Kapolri di Jakarta," ucap Martuani Sormin.

Kapolda Sumatera Utara menambahkan dan berharap agar kejadian menjadi perhatian bersama untuk menjaga keamanan.

"Untuk langkah keamanan di Sumut, kedepannya kita akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Selain itu, perlunya CCTV untuk memantau dan peranan masyarakat luas sangat dibutuhkan untuk membantu tugas-tugas kepolisian. Bhabinkamtibmas dan pihak kepala lingkungan harus lebih bersinergi, lakukan pendataan warga lebih detail. Intinya, kami akan terus memberikan keamanan kepada masyarakat Sumut. Tidak ada tempat bagi kejahatan disini," tandas Martuani.

Sebagaimana diketahui, tim gabungan kepolisian melakukan penyelidikan selama 40 hari, tepatnya Rabu 8 Januari 2020, akhirnya ditetapkan 3 orang sebagai tersangka atas kematian Jamaluddin. Diantaranya ZH, JP dan RP, penetapan tersangka terhadap mereka berdasarkan alat bukti yang otentik, kemudian 50 orang saksi yang turut diambil keterangannya.(reza)

Personel Polda Sumut Pengguna Narkoba Dihukum

By On January 07, 2020

Tiga Personel Polda Sumut (memakai rompi orange) dihukum (Foto : istimewa) 
Medan - Tiga personel kepolisian yang bertugas di Mapolda Sumatera Utara dikenakan tindakan disiplin karena melakukan pelanggaran. Mereka dihukum dengan tindakan fisik, diantaranya disuruh push up, lalu disaat saat apel pagi, selalu menggunakan rompi warna orange, helm warna merah dan membawa replika senjata dari kayu.

Setelah apel pagi, dengan membawa pengeras suara, personel yang melakukan pelanggaran disuruh berjalan keliling Mapolda Sumatera Utara dengan menggunakan pengeras suara dan menyampaikan atau berteriak sesuai pelanggaran yang dilakukan.

Dua personel berinisial Iptu AY dan Brigadir BL, dihukum dikarenakan ketika dilakukan tes urine, hasilnya positif mengandung Methampetamine (narkotika golongan I jenis sabu sabu) dan satu personel lagi adalah Bripka RA, dia melakukan tindakan pelanggaran tercela dan tak pantas dilakukan sebagai seorang personel Polri.

Kabid Propam Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Yofie Guardianto didampingi Kasubdit Paminal AKBP Catur ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa 7 Januari 2020 membenarkan adanya pelanggaran yang dilakukan tiga personel Polri yang bertugas di Mapolda Sumatera Utara.

"Sesuai dengan perintah dari Bapak Kapolda Sumatera Utara, kita dari Bidang Propam melakukan proses pemeriksaan terhadap tiga orang personel yang melakukan pelanggaran disiplin, pertama urine mereka positif mengandung narkoba dan satu lagi melakukan perbuatan tercela. Ketiga personel ini akan terus dilakukan pembinaan," kata Yofie.

Terhadap ketiganya, Propam Polda Sumatera Utara memberikan tindakan disiplin sesuai dengan arahan Kapolda. Mereka diberikan tindakan fisik dan disuruh berkeliling kantor dengan membawa pengeras suara.

"Inovasi tindakan disiplin bagi personil yang melakukan pelanggaran disiplin merupakan arahan dari Bapak Kapolda Sumut, tujuannya agar ada efek jera bagi mereka yang berbuat salah, apalagi dalam bertugas," ucap Yofie.

Dengan hukuman itu, menurut Kabid Propam, otomatis akan timbul rasa malu personel yang melakukan pelanggaran dan dipastikan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

"Tindakan disiplin ini diberikan sebagai efek jera, menjadi pelajaran bagi personil Polda Sumatera Utara lainnya agar tidak melakukan pelanggaran disiplin ataupun pelanggaran kode etik dan pidana. Tiga personel yang dihukum dilakukan penahanan dalam rangka proses pemeriksaan, jika telah selesai pemeriksaan akan disidangkan untuk mendapatkan kepastian dan putusan hukuman sesuai dengan perbuatan pelanggaran yang telah dilakukannya masing-masing," kata Yofie.

Sesuai ketentuan Pasal 9 Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2003 tentang peraturan disiplin anggota Polri, ada beberapa bentuk hukuman disiplin.

"Teguran tertulis, penundaan mengikuti pendidikan paling lama 1 (satu) tahun, penundaan kenaikan gaji berkala, penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun, mutasi yang bersifat demosi, pembebasan dari jabatan, penempatan dalam tempat khusus paling lama 21 (dua puluh satu) hari. Makanya sekali lagi kita himbau, seluruh personel Polri, jangan melakukan pelanggaran jenis apapun. Lakukan tugas dengan baik dan benar," tandas Yofie.(sz)

Dirresnarkoba Polda Sumut : Kita Manusia yang Tak Luput dari Kesalahan

By On January 05, 2020

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut berfoto dengan insan pers (foto : istimewa)
Medan - Guna mempererat hubungan sinergitas serta silaturahmi antara Kepolisian Daerah Sumatera Utara, khususnya Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) dengan insan pers yang bertugas di Mapolda Sumut, di gelarlah acara Ramah Tamah di Marine Seafood Kafe di kawasan Jalan Kampar/Serma Hanafiah, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Minggu 5 Januari 2020.

Acara dimulai dengan pembacaan doa oleh Ustad Muliadi SAg, dilanjutkan kata sambutan dari Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Hendri Marpaung.

Dalam sambutannya Hendri mengatakan, dirinya sudah hampir tiga tahun bertugas di (Ditresnarkoba) Polda Sumut. Dia mengakui terkadang susah di temui awak media berhubung jadwal tugas yang padat.

“Wartawan susah jumpa dengan saya, jadi ada yang bilang saya ‘kayu laut’ dan 'kelat' di acara ini kita saling bertatap muka, mudah-mudahan dengan adanya acara ini kita lebih bersinergi lagi, hindari berita hoax karena dapat merugikan seseorang dan diri kita pribadi. Acara ini di gelar bukan ada penggiringan maupun intervensi dan unsur politik melainkan ajang silaturahmi antara kepolisian dan para insan pers,” kata Hendri.

Selain itu, dirinya juga berterima kasih kepada jajarannya yang telah membantu mensukseskan acara tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para kasubdit, kanit juga kasat narkoba Polres Pelabuhan Belawan yang telah membantu dan mensukseskan acara ini. Tanpa bantuan kalian acara ini tidak terlaksana,” ucap dia.

Hendri juga mengucapkan maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan pada acara Ramah Tamah tersebut.

“Sebelumnya saya memohon maaf apabila nantinya ada kekurangan dan kesalahan di acara ini sampai dengan selesai. Kita juga manusia yang tak luput dari kesalahan dan kesilafan,” katanya.

Pada kesempatan itu, dia juga membagikan pengalamannya selama bertugas di kepolisian hingga sampai di posisi menjadi Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut.

Usai memberikan kata sambutan, acara dilanjutkan dengan makan bersama dan
Direktur menyumbangkan suara emasnya dengan beberapa tembang. Setelah itu, Direktur mohon pamit kepada seluruh insan pers berhubung ada kegiatan yang harus dihadiri.

“Saya mohon pamit terlebih dahulu ya rekan-rekan, ada tugas yang harus saya hadiri lagi, rekan-rekan silahkan dilanjutkan acaranya, ada staf saya yang mengurus rekan-rekan nantinya setelah usai acara ini,” tutup Kombes Hendri Marpaung sambil bersalaman kepada insan pers.

Hadir dalam acara Ramah Tamah tersebut, Kasubdit l Ditresnarkoba Polda Sumut, AKBP Ronni Nicholas Sidabutar, Kanit, Kompol Revi, dan Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Juriadi Sembiring, SH serta personel Ditresnarkoba Polda Sumut. (reza)

‪Polsek Patumbak dan Muspika Patroli Skala Besar

By On January 01, 2020

Polsek Patumbak dan Muspika ketika melakukan apel (foto : reza/istimewa)
Medan - Untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada warga menjelang pergantian Tahun Baru 2020, Polsek Patumbak bersama Unsur Muspika Kecamatan Medan Amplas menggelar Patroli Skala Besar, di sejumlah tempat yang dianggap rawan, Selasa 31 Desember 2019.

‪Patroli tersebut dipimpin langsung Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza, didampingi Waka Polsek, AKP Yunita Widya Restu, Kanit intelkan, Iptu P Lumban Batu, Kanit Reskrim, Iptu Gindo Manurung, Kanit Binmas Polsek Patumbak, Ipda Samsir Panjaitan, Kanit Sabhara Iptu B. Ginting, Camat Medan Amplas Edy Matondang. Danramil 08/MJ, Kapten Czi Sunarno, Babinsa, Lurah se Kecamatan Medan Amplas, Kepling se Kecamatan Medan Amplas, Satpol PP dan Dishub Kota Medan.

‬Rangkaian kegiatan dilakukan dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Usai melakukan apel di halaman Makoramil 08/MJ, dilanjutkan dengan Patroli Skala Besar yang dipimpin Kapolsek Patumbak dengan menyambangi Pool-Pool Bus yang ada di Jalan SM Raja Medan, dimana kepadatan arus mudik sudah terlihat meningkat signifikan terkait banyaknya masyarakat yang akan berpergian keluar kota.

‬Dalam kegiatan itu, Kapolsek Patumbak, bersama Unsur Pemerintahan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat yang akan berpergian agar tetap waspada dan kepada pengemudi bus disampaikan pesan-pesan agar tetap mematuhi aturan lalu-lintas, dan tidak ugal-ugalan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalulintas dijalanan. Dalam kegiatan Patroli Skala Besar yang berakhir di Terminal Bus Antar Kota, dan Propinsi di Terminal Terpadu Amplas.

‬Dengan adanya Patroli Skala Besar masyarakat merasa senang dengan kehadiran polisi, Aparat Kecamatan dan TNI di tengah-tengah masyarakat sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman.

‬Patroli Skala Besar yang melibatkan Polsek Patumbak, Aparat Kecamatan dan TNI terlihat hubungan yang harmonis antara Muspika Kecamatan Medan amplas dan unsur-unsur lainnya.(reza)

Polres Pelabuhan Belawan dan Batalyon Marinir Tingkatkan Sinergitas

By On December 03, 2019

Kapolres Pelabuhan Belawan menerima kunjungan Danyonmarhanlan I (foto : istimewa) 
Belawan - Dalam rangka menjalin sinergisitas TNI - Polri, Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan-I), Mayor Marinir Farick, M Tr Opsla melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Pelabuhan Belawan, Selasa 3 Desember 2019.

Kunjungan juga dalam rangka silaturahmi didampingi istri tercinta, orang nomor satu di Yonmarhanlan I bersama Pasiops, Mayor Marinir Teguh serta rombongan ini disambut Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan serta pejabat utama dari Polres Pelabuhan Belawan.

Kegiatan silaturahmi berlangsung di Aula Wira Satya dengan menampilkan penyanyi Pevin binaan Polres Pelabuhan Belawan yang diiringi Bahari Bhayangkara Band.

Dalam sambutannya, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH.MH mengatakan, sinergitas selama ini antara Marinir Belawan, Pomal Lantamal I, Subdenpom Belawan dan Polres sudah terjalin sangat baik di wilayah Medan Utara.

Hal itu terbukti selama pesta demokrasi pada pilpres kemarin, sudah terjalin silaturahmi dengan melakukan kegiatan olahraga bersama, cipta kondisi patroli skala besar.

"Harapan saya dengan kedatangan  Danyonmarhanlan I yang baru kita lebih kompak, sinergitas dan dengan kita bersatu maka keamanan Belawan sekitarnya akan kondusif," ucap Kapolres.

Sementara itu, Danyonmarhanlan I, Mayor Marinir Farick M Tr Opsla mengapresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polres Pelabuhan Belawan atas pengambutannya. Harapannya, kerja sama selama ini sudah berjalan baik dapat ditingkatkan ke depannya.

"Saya berharap ke depannya sinergitas dan silaturahmi dapat berjalan di semua level pangkat dari pimpinan, perwira, bintara dan tamtama. Sehingga akan terjalin silaturahmi yang baik di semua level," ucap Farick.

Usai kegiatan berlangsung, Danyonmarhanlan I, Mayor Marinir Farick M Tr Opsla didampingi istrinya dan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan SH.MH didampingi istrinya bersama pejabat lain dari Pomal, Pomad dan pejabat Polres Pelabuhan Belawan.(reza)

Deklarasi GBNN Kota Medan, Narkoba dan Korupsi Musuh Bersama

By On November 30, 2019

Ketua DPD GBNN Sumatera Utara Trie Yanto Sitepu menandatangani berita acara deklarasi DPC GBNN Kota Medan 
Medan - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Garda Bela Negara Nasional (GBNN) Kota Medan melakukan deklarasi kepengurusan. Deklarasi itu dilakukan di Medan Club, Jalan RA Kartini, Medan, Sabtu 30 November 2019.

Adapun pimpinan DPC GBNN Kota Medan yang dideklarasikan adalah Ir Leonardo GM, selaku ketua, Hasna Daulay Sekretaris dan Sastra Sebayang Bendahara. Selain ketiga pengurus inti itu, mereka juga diperbantukan beberapa wakil, kepala divisi maupun kepala bidang.

Acara deklarasi dihadiri langsung oleh ketua DPD GBNN Sumatera Utara, Trie Yanto Sitepu dan unsur pengurus lainnya. Selain itu, Kakanwil Kementrian Pertahanan (Kemenhan) Provinsi Sumatera Utara beserta jajaran turut hadir, diantaranya Kolonel Azhar Mulyadi dan Kolonel T Siburian.

Trie Yanto Sitepu berpesan agar pengurus DPC GBNN Kota Medan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Menjaga empat pilar kebangsaan.

"Pilar pertama adalah Pancasila untuk kokohnya suatu negara-bangsa Indonesia, pilar kedua patuh terhadap undang-undang Dasar 1945, kemudian menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini harus kita junjung tinggi," kata Trie.

Selain itu, GBNN juga benci dan menyatakan perang terhadap narkoba serta korupsi, karena kedua itu merupakan perbuatan yang melanggar hukum serta merugikan negara.

"GBNN Kota Medan kita harapkan selalu menjaga marwah organisasi, jaga organisasi ini dengan sebaiknya, narkoba dan korupsi musuh kita bersama. Mari kita dukung pembangunan negara maupun daerah. Selamat kepada pengurus GBNN Kota Medan," tandasnya.

Sedangkan Ketua DPC GBNN Kota Medan, Leonardo dalam sambutannya mendukung penuh apa yang disampaikan oleh Ketua DPD GBNN Sumatera Utara. Bahkan itu menjadi program prioritas mereka.

"Pasti GBNN Kota Medan tetap dalam komando, kita akan menjaga organisasi dengan baik, menjaga negara ini dan ikut program pemerintah yang terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara," ucap dia.(reza)

Polres Pelabuhan Belawan Tingkatkan Pelayanan, Warga Apresiasi

By On November 17, 2019

Gedung masuk Mapolres Pelabuhan Belawan 
Belawan - Selama menjabat, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis terus menata gedung Mapolres Pelabuhan Belawan, agar dapat meningkatkan dan menarik perhatian kepada semua masyarakat, terutama tamu yang berkunjung.

Selain melakukan pembenahan internal maupun external, baik luar dan dalam tugas, Polres Pelabuhan Belawan juga melakukan pembenahan sistem, termasuk pembangunan sarana Kepolisian untuk masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Layanan yang baik dan santun mampu mereka lakukan untuk membantu masyarakat. Pelayanan utama laporan masyarakat dalam kasus maupun pembuatan SIM serta SKCK mendapat sorotan yang baik dari masyarakat. Apalagi saat ini ada Res Pelayanan di depan pintu masuk pembuatan SIM.

Salah satu pemohon SIM, mengaku bernama Dodi memberikan apresiasi terhadap Kapolres. Sebab, baru menjabat, seluruh gedung, pelayan yang ada di kepolisian Belawan jadi mudah termasuk pembuatan SIM.

"Selain itu, Bapak Kapolres juga suka membantu warga miskin, sering blusukan ke kampung," ucap Dodi, warga sekitaran Mapolres Pelabuhan Belawan, Senin 18 November 2019.

Sementara, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan saat dikonfirmasi mengatakan siap melakukan apa saja untuk masyarakat.

"Khususnya dalam memberikan keamanan  dan kenyamanan terhadap masyarakat," ucap Kapolres.

"Pelayanan tertib berlalu lintas, kami juga menyediakan layanan terpadu pembuatan SIM dan SKCK yang sangat mudah di tambah adanya pembuatan SIM keliling agar tidak merepotkan masyarakat di daerah yang sudah di tentukan," kata Kapolres.

Selain itu, baru baru ini Polres Pelabuhan Belawan juga meluncurkan layanan Sentral Pelayanan Terpadu  (SPKT) Door to Door secara gratis yang berfungsi untuk melaporkan kehilangan surat surat berharga di seluruh masyarakat wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

"Cukup telepon Call senter kami, petugas kepolisian akan hadir dalam tempo 20 menit, keamanan masyarakat tentang kriminalitas kami juga sudah menyiagakan tim Gagak di daerah daerah rawan kriminal di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan," kata Ikhwan.

Kemudian, pembangunan gedung dan perumahan juga sudah hampir rampung dituntaskan.

"Semua terwujud atas kerjasama seluruh personil di Mapolres Pelabuhan Belawan. Imbuhnya," tandas dia.(reza)

Contact Form

Name

Email *

Message *