HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Infomarsi

Ibu Negara Republik Indonesia Iriana Joko Widodo Kunker ke Batam

By On August 07, 2019

Ibu Negara Republik Indonesia melakukan kunker ke Batam
Batam - Ibu Negara Republik Indonesia HJ Iriana Joko Widodo dan Ibu HJ Mufidah Jusuf Kala melakukan kunjungan kerja (kunker) di Batam Rabu 7 Agustus 2019.

Terkait kunjungan kerja itu, sejumlah agenda dilakukan, pertama menuju TK Negeri Pembina 2 di Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota dengan kegiatan yg telah diagendakan berupa sosialisasi cuci tangan, sosialisasi tanam pohon dan sayuran serta sosialisasi Biopori dan kompos yang diikuti oleh seluruh anak didik TK Negeri Pembina 2 dengan penuh semangat.

Kemudian yang kedua, melanjutkan kunjungannya ke TWA Muka Kuning untuk pelepasan satwa Elang Bondol dan kunjungan terakhir penanaman 5000 batang pohon Mangrove yang diikuti sekitar 500 orang  yang bertempat di jalan Pancur Pelabuhan kelurahan Tanjung Piayu Kecamatan Sei Beduk. (Fedrianto)

Wartawan Polres Labuhanbatu Akan Lebih Mudah Akses Informasi

By On August 05, 2019

Kabag Ops dan Kasubbag Humas Polres Labuhanbatu
Labuhanbatu - Kepala Sub Bagian Humas Polres Labuhanbatu menggelar kegiatan konsolidasi dan silaturahmi dengan wartawan di Aula Yanpiter setempat, Senin 5 Agustus 2019.

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang diwakili dengan Kabag Ops Kompol M Nasution. Dia mengatakan kegiatan ini untuk menguatkan hubungan kemitraan antara kepolisian dengan wartawan.

Selain itu Kabag Ops juga memperkenalkan Kepala Sub Bagian Humas yang baru Iptu Murni, kepada wartawan terkhusus yang melakukan peliputan di wilayah Hukum Polres Labuhanbatu.

"Dengan kegiatan ini, kita akan saling mengenal sebab saya juga belum kenal secara keseluruhan kepada rekan rekan wartawan disini, selain dari itu disini kita akan mendiskusikan bagaimana tata cara melakukan peliputan yang sesuai dengan kode etik jurnalistik, sehingga dalam liputan akan lebih tertib lagi kedepan," ucap Kompol M Nasution.

Sementara itu, Kasubbag Humas yang baru dua bulan menjabat ini mengucapkan terimakasih kepada rekan rekan wartawan yang hadir dalam acara tersebut.

"Semoga dengan kegiatan ini, dapat menjalin kerja sama yang baik dengan rekan rekan wartawan dan Polres Labuhanbatu," kata Murni.

Menanggapi kegiatan tersebut Ketua Media Center Polres Labuhanbatu Ucok Bani mengapresiasi. Semoga wartawan semakin mudah mengakses informasi.

"Tentu kegiatan ini sangat baik, dengan begini hububungan wartawan dan polisi bisa sejalan dan sinergi untuk membangun Labuhanbatu lebih baik lagi, selain dari pada itu rekan wartawan akan lebih mudah dalam melakukan Konfirmasi ketika ada hal yang ingin dikomfirmasi terkait berita kriminal secara satu pintu, sebab memang selama setahun lebih, jabatan Kasubbag humas terjadi kekosongan, mudah mudahan dengan di jabat ibu Murni ini, wartawan lebih mudah mengakses informasi," ucap Ucok Bani.(hendro)

Polsek Panai Hilir Tangkap Warga Sei Berombang

By On August 04, 2019

Pelaku (memakai jaket warna hitam) ketika diinterogasi petugas kepolisian 
Labuhanbatu - IS, lelaki berusia 35 tahun warga Lingkungan VI, Kelurahan Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu ditangkap personil Polsek Panai Hilir di Pelabuhan Umum Lingkungan I, Sabtu 3 Agustus 2019 sekitar pukul 15.00 WIB.

Ismail diduga memiliki 3 buah kantong  plastik putih transparan berisi sabu-sabu yang siap untuk diedarkan kepada konsumen.

"Benar, kita menangkap seorang pria diduga memiliki narkoba semalam sore di daerah Pelabuhan," ujar Kapolsek Panai Hilir, AKP Budiarto ketika dikonfirmasi wartawan melalui seluler, Minggu 4 Agustus 2019.

Penangkapan itu, kata AKP Budiarto berdasarkan informasi di Pelabuhan Umum ada transaksi narkoba jenis sabu-sabu. Selanjutnya, personil dibawah pimpinan Kanit Reskrim Iptu JJ Ginting menuju tempat yang dimaksud dan sampai di TKP petugas langsung melihat seorang pria bernama Ismail, lalu mengamankannya serta menggeledah badan.

"Nah, dari kantong celana kiri ditemukan satu buah bungkusan kertas berlakaban berisikan narkoba jenis sabu-sabu. Selanjutnya tim membawa tersangka dan barang bukti ke Mapolsek Panai Hilir guna proses lanjut," ucap Kapolsek.(Hendro)

Polsek Kualuh Hulu Tangkap Pelaku Pembunuhan

By On August 01, 2019

Pelaku (tengah) ketika diinterogasi petugas kepolisian 
Labuhanbatu Utara - FSS 29 tahun, warga Dusun I, Desa Damuli Pekan, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara ditangkap Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu, diduga usai membunuh istrinya, IBS pada hari Senin 29 Juli 2019 sekitar pukul 01:00 WIB. Penangkapan itu berdasarkan Laporan polisi nomor: LP/130/VII/2019/SU/RES.LBH/SEK.KUALUH HULU tgl 29 Juli 2019.

Kapolsek Kualuh Hulu AKP Asmon Bufira melalui Kanit Reskrim Ipda Gunawan membenarkan penangkapan tersebut.

"Benar, kita telah menangkap suami korban yaitu FSS yang diduga membunuh istrinya sendiri," ucap Kanit Reskrim Ipda Gunawan Sinurat via seluler, Selasa 30 Juli 2019, kemarin.

Adapun kronologis singkat, pembunuhan IBS, kata Ipda Gunawan Sinurat bahwa pada hari Senin 29 Juli 2019 sekitar pukul 02:00 WIB, personil Polsek Kualuh Hulu mendapat perihal penemuan mayat perempuan yang diduga dibunuh langsung kelokasi dan dipimpin oleh Ipda Gunawan. Korban ditemukan berada di dalam kamar dalam keadaan telentang di atas tempat tidur dan sudah tidak beryawa lagi.

Tim Reskrim mencurigai bahwa kematian korban tidak wajar sehubungan dengan lidah korban tidak menjulur, dan kejanggalan lainnya, maka terhadap mayat korban dilakukan autopsi sekaligus tim melaksanakan serangkaian penyelidikan kemudian tim juga mengamankan FSS yang merupakan suami korban guna dilakukan introgasi, karena merupakan orang yang pertama kali melihat korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.

"Menurutnya (suami korban), korban ditemukan dalam keadaan gantung diri di dalam kamar," kata Ipda Gunawan Sinurat

Namun hasil autopsi, menyebutkan bahwa jaringan otot dan pembuluh darah di tenggorokan korban yg memar tercekik pada sebelah kanan dan kiri tidak sinkron / sama sehingga dapat disimpulkan bahwa besar kemungkinan kematian korban bukan akibat gantung diri.

Selanjutnya, hasil penyelidikan dan disesuaikan dengan hasil autopsi serta berdasarkan introgasi saksi-saksi, polisi menduga bahwa korban meninggal bukan akibat gantung diri melainkan karena dibunuh dan pelakunya adalah FSS.

"Kemudian tim melakukan interogasi dan pendalaman kembali kepada FSS, untuk mengejar setiap alibi pembelaan diri yg disebutkannya, dari hasil serangkaian penyelidikan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pelakunya diduga adalah FSS," papar Ipda Gunawan Sinurat

Ipda Gunawan Sinurat juga menambahkan, dari hasil introgasi petugas tersangka adalah pengisap sabu-sabu aktif, tersangka memiliki dua orang anak yang masih kecil yaitu berusia 1 tahun dan 4 tahun, sebelum membunuh istrinya, tersangka terlebih dahulu bertengkar, tersangka membunuh korban dengan cara mencekik leher korban sampai lemas dengan menggunakan kedua tangan sampai korban meninggal dunia dan tidak bergerak lagi.

Kemudian untuk memastikan korban benar benar sudah meninggal, tersangka menjerat leher korban dari belakang sekuat-kuatnya dengan menggunakan tali nilon yg memang berada di kamar korban yg semula berfungsi sebagai tali ayunan anak bayi yang tergantung di plafon rumah. Setelah korban benar-benar tidak bergerak lagi, tidak ada sedikitpun nafas yang keluar dari lubang hidung korban, maka tersangka yakin bahwa korban sudah meninggal dunia, lantas tersangka membaringkan tubuh korban di atas tempat tidur.

Selanjutnya, tersangka keluar rumah untuk membangunkan saksi-saksi yang tinggal di sebelah rumah dan berpura-pura meminta tolong karena menemukan isterinya dalam keadaan gantung diri dan sudah tidak bernyawa lagi.

Tersangka membunuh korban secara spontanitas setelah pertengkaran dan motifnya adalah karena tersangka cemburu, akibat korban sering main HP dan ketika tersangka minta berhubungan seksual, korban tidak pernah mau.(hendro)

Kasat Reskrim Polres Langkat : Pelaku Dengan Mudah Curi Sepeda Motor Korban

By On July 29, 2019

Pelaku pencurian kendaraan bermotor 
Langkat - Mematahkan kunci stang sepeda motor secara paksa dan menggunting tali wayar kunci kontak menjadi trik pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) untuk melaksanakan aksinya. Namun berdasarkan keterangan sejumlah saksi beserta alat bukti, kasus ini akhirnya diungkap oleh polisi.

Hal itu turut dibenarkan oleh AKP Tengku Fathir Mustafa SIK, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Langkat, Polda Sumatera Utara ketika diwawancarai wartawan, Rabu 30 Juli 2019. Dia memaparkan bahwa pencurian itu terjadi di Areal Perkebunan tebu milik PTPN Kebun Kwala Bingai, Keluraham Kwala Bingai, Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.

Tersangka dalam kasus Curanmor ini ada dua orang, pertama EH, 56 tahun warga Lingkungan X Purwo Sari, Kabupaten Langkat dan MS 41 tahun warga Jalan Kutab Lingkungan III, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

"Kejadian menimpa korban Jumat 21 Juni 2019, kemarin sekira pukul 16:00 WIB, seperti biasa korban berangkat dari rumahnya di Pasar V Kelurahan Sidomulio Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat dengan mengendarai sepeda motor merek Honda Supra Fit BK 5851 PS menuju areal perkebunan tebu (tempat kejadian perkara) untuk mencari rumput," ucap AKP Fathir.

Sesampainya dilokasi, korban langsung pergi mengarit rumput dan memarkirkan kendaraannya. Tidak lama kemudian, korban berniat untuk pulang, disitulah korban kaget karena kendaraan roda dua miliknya hilang.

"Setelah sepeda motor korban hilang, korban melaporkan kejadian itu ke kita (polisi) lalu kita langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. Berdasarkan saksi, kita langsung menangkap pelaku EH dan MS dari dua lokasi yang berbeda," kata Fathir.

Pelaku EH terlebih dahulu, di Jalan Titi Putih Kelurahan Perdamaian, Kabupaten Langkat dan MS di Jalan Kutab, Kelurahan Stabat Baru, Kabupaten Langkat. Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti, diantaranya satu unit sepeda motor merek spin warna biru tanpa plat yang digunakan untuk melakukan aksi dan sepeda motor milik korban.

"Keterangan dari pelaku sementara mereka baru sekali melakukan aksi, tetapi kita terus melakukan pengembangan adanya korban lainnya ataupun tersangka lain. Trik pelaku melakukan aksi mematahkan kunci stang dan menggunting wayar kunci kontak, trik itu bisa dengan mudah membawa sepeda motor milik korbannya," tutur Fathir.

Dalam perkara ini, pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 363 KUPidana dengan ancaman kurungan minimal lima tahun. Kepada masyarakat Kabupaten Langkat, Polisi juga mengimbau agar selalu menjaga kendaraan dari aksi pencurian serta tidak lupa memasang kunci pengaman ganda.
(red)

Miliki Komitmen Tinggi Memberantas Narkoba

By On July 27, 2019

Pengurus GERANIT bersama perwakilan dari Polda Sumatera Utara 
Medan - Maraknya peredaran narkotika dan penyalahgunaan zat adiktif di Indonesia menjadi tugas dan tangung jawab bersama untuk memerangi atau memberantasnya.

Untuk mengantisipasi agar tidak berkembang dilingkungan masyarakat, lahirlah organisasi masyarakat yang berwadah, namanya Gerakan Anti Narkotika Internasional (GERANIT).

Dengan kesederhanaan,
deklarasi dan rapat kerja Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Anti Narkotika Internasional (DPP-GERANIT) terselengara di Palladium Plaza Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu 27 Juli 2019.

Perwakilan dari Polda Sumatera Utara, Wakil Direktur Reserse Narkoba (Ditresnarkiba) AKBP Frenky Yusandy yang turut hadir dalam kegiatan mengatakan
Provinsi Sumatera Utara menempati peringkat ke 2 di Indonesia dalam penanganan kasus narkotika.

"Personil kepolisian dan BNN mempunyai komitmen tinggi untuk memberantas peredaran narkoba," kata Frenky.

Narkotika berkembang dari masa ke masa. Seperti dulu Ganja terus berkembang menjadi extasi, heroin, sabu dan jenis lainnya. Dalam hal ini pengguna jadi ketergantungan. Solusinya maka dengan metode pengobatanya harus sesuai dengan ketergantungan pada individual agar menjadi efektif dalam tahap rehabilitasnya.

"Kita mengharapkan dari organisasi ini mempunyai sekmen yang berbeda dari organisasi lain agar saling bisa memenuhi program-program kerja organisasi narkotika, ini juga mendukung kinerja kepolisan maupun BNN dalam menangani sosialisasi dan edukasi tentang narkotika dan sejenisnya," ucap Frenky.

"Musuh kita paling besar adalah sindikat peredaran narkotika yang merupakan tantangan berat kita," sambung Frenky.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Geranit, Putra Lubis didampingi Sekretaris Nelly Simamora mengatakan narkoba merupakan musuh bersama yang merusak generasi penerus bangsa. Maka dengan itu marilah bersama memberantas peredarannya.

"Narkoba tidak hanya ada di kota-kota besar bahkan sudah sampai pelosok-pelosok desa. Akibat cepatnya narkoba ini meluas anak-anak dibawah umur juga terlibat mengkonsumsi barang haram ini menjadikan masa depan anak bangsa hancur. Kita tekankan kepada pengurus untuk aktif dalam bidangnya masing-masing. Dalam waktu dekat kita akan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat dipemukiman yang tidak tersentuh penyuluhan bahaya narkotika ini. Kita juga berharap ada pemerintah dan lembaga-lembaga terkait untuk mendukung program yang telah disepakati bersama rekan-rekan pengurus," tandasnya.(rel)

Ketua Apdesi Nias Barat : Bimtek Tambah Wawasan Aparatur Desa Kelola BUMDes

By On July 27, 2019

Ketua Apdesi Kabupaten Nias Barat Restu Gulo (Facebook) 
Medan - Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) mendukung adanya bimbingan teknik (Bimtek) sejumlah aparatur di desa. Sebab, dengan dilakukannya hal ini, dapat meningkatkan wawasan untuk mengelola dana desa, maupun badan usaha milik desa (BUMDes).

Ungkapan tersebut dikatakan oleh Ketua Apdesi Kabupaten Nias Barat Restu Gulo ketika ditemui wartawan, di Medan Sabtu 27 Juli 2019. Dia ikut mendampingi Bimtek aparatur desa se Kabupaten Nias Barat.

"Bimtek yang dilaksanakan oleh aparatur desa melalui Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pemerintah Daerah (LPPPD) dengan aparatur desa se Kabupaten Nias Barat sangat baik, karena lembaga ini langsung membawa peserta Bimtek ke pabrik atau tempat usaha," kata Restu Gulo.

Dengan membawa aparatur desa kelokasi usaha, maka peserta akan tahu bagaimana mengelola suatu usaha, untuk diterapkan di desa masing masing.

"Di desa ada dana desa, ada dana BUMDes, diharapkan aparatur desa dapat mengadovsi materi ataupun cara yang diberikan oleh pengusaha (pengelola). Ditempat usaha itu, aparatur desa langsung berkomunikasi dengan pemilik atau penanggung jawab bagaimana cara mengelola usaha dari awal sampai berhasil," ucap Restu.

Sebagaimana diketahui, dua puluh empat desa di Kabupaten Nias Barat melakukan Bimtek pengelolaan dana desa dan BUMdes di Kota Medan. Selain memberikan materi lisan dan tulisan, panitia dari LPPPD juga mengajak seluruh peserta kelokasi usaha. Tempat yang dituju panitia di pabrik kerupuk di Medan Tuntungan.

"Kenapa panitia membawa peserta ke Pabrik, agar peserta yang sebagian besar adalah pengelola BUMDes bisa mencontohkan usaha tersebut. Kalau pabrik keripik atau kerupuk itu sangat pas, karena di Kabupaten Nias Barat banyak bahan bakunya. Jadi, tidak sulit mencarinya. Kalau BUMDes ini bisa dikelola dengan baik, maka akan mendatangkan pendapatan dan bisa menyejahterakan masyarakat desa," ujar Restu yang juga wakil ketua organisasi kepemudaan di Provinsi Sumatera Utara.

Kedepan, seluruh kepala desa dan perangkat desa berwenang di Kabupaten Nias Barat harus mampu mengelola BUMDes. Karena itu merupakan kewajiban.

"Kita di Kabupaten Nias Barat optimis BUMDes akan berjalan dengan baik jika dikelola dengan baik dan benar," tandasnya.

Terpisah, peserta Bimtek, Kepala Desa Lolohia, Kecamatan Mandehe Barat, Kabupaten Nias Barat, Notatema Hia, mengatakan mengikuti Bimtek sangat bermanfaat. Menurutnya, Bimtek menambah wawasan dalam menjalankan tugas dan fungsi.

"Semangat pembangunan desa saat ini mengalami pergeseran makna dari yang sebelumnya hanya paradigma membangun, namun dengan regulasi sekarang paradigma tersebut berubah menjadi desa membangun yang berarti desa menjadi subjek atau pelaku pembangunan itu sendiri," katanya.

Dengan adanya perubahan paradigma tersebut dan banyaknya regulasi baru terkait desa serta meningkatnya dana yang harus dikelola desa membawa konsekuensi yang besar dan berat kepada apratur penyelenggara pemerintahan desa.

“Karena kedepan dituntut harus mempunyai kualitas SDM yang mampu melaksanakan tugas dan kewenangan masing-masing secara optimal, memiliki kreativitas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, memiliki pemahaman yang cukup dalam pengelolaan keuangan desa. Jadi Bimtek ini sangat baik," kata Notatema Hia.(red)

Grand Opening Avava Inn di Kota Batam, CEO : Utamakan Kenyamanan

By On July 25, 2019

Grand Opening Avava Inn
Batam - Pertumbuhan sektor Pariwisata, dunia usaha perhotelan ikut serta berperan aktif dengan Pemko Batam, sehingga menjadikan kota ini sebagai kota wisata.

Hal demikian dikatakan oleh Kapala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardi Winata ketika menghadiri Grand Opening Avava Inn yang berlokasi di Komplek Nagoya Hill Super Blok, Kamis 25 Juli 2019.

"Avava Ini merupakan hotel pertama dari Avava group dan hotel yang ke 233 yang ada di kota Batam. Dengan hadirnya hotel ini diharapkan dapat membantu meningkatkan jumlah wisatawan di Batam," ucap Ardi.

CEO Avava Inn, Thimoti Tarman menjelaskannya hotel ini terdiri dari 20 kamar dan tiga lantai, dilengkapi dengan Spa dan parkiran yang luas."Kenyaman untuk tamu yang hadir dan menginap adalah komitmen kami," ujarnya.(fedrianto)

Program Pinti Kepri Bantu Masyarakat Miskin

By On July 23, 2019

Pengurus Pinti Kepri dan Kota Batam dilantik
Batam - Masyarakat Batam sudah tidak asing dengan kata Perempuan Indonesia Tionghoa atau disingkat Pinti, karena sangat dikenal dengan programnya. Diantaranya bakti sosial, membangun dan mengelola panti jompo, bedah rumah dan lainnya.

Kegiatan positif dari Pinti kepada warga dilakukan sejak tahun 2018, terhitung sudah empat unit rumah yang dibedah Rumahnya. Atas kegiatan positif dan bertekad membantu masyarakat, akhirnya pengurus Pinti, Provinsi Kepri dan Kota Batam dilantik.

‌Pengurus Pinti Yati menyampaikan rasa syukurnya karena acara pelantikan berjalan lancark dan semua tamu yang diundang banyak yang datang. Ketua PKK Kota Batam Marlin Agustina Rudi, Anggota DPD RI Harypinto, anggota DPD terpilih Richard pasaribu, anggota DPRD setempat Likhai dan Sahat Parulian Tambunan, kemudian Gubernur Kepri yang diwakili oleh Kadis Pariwisata Buralimar.

"‌Pinti yang saat ini beranggotakan sekitar 80 orang, kedepannya berharap dukungan dari donatur-donatur agar ikut berpartisipasi mendukung dan membantu program yang telah dijalankan selama ini, diharapkan juga Pinti bisa lebih luas lagi ‌mengembangkan program-programnya sehingga bisa dirasakan diseluruh lapisan masyarakat Batam khususnya warga miskin yang layak untuk dibantu(Fedrianto)

Paguyuban Warga Banten Terbentuk di Batam

By On July 21, 2019

Paguyuban warga Banten halal bihalal
Batam (suaraperjuangan.com) - Tubagus Darmawan selaku panitia selenggara acara Paguyuban warga Banten menampilkan pertunjukan dalam acara halal bihalal sekaligus pengukuhan ketua, Minggu 21 Juli 2019. Pertunjukan yang digelar di Bandar Jaya Oriental Seafood, Batam adalah Debus yanh dilakukan oleh para anggota.

Acara tersebut dihadiri oleh Plt Gurbenur Kepri, yaitu Isdianto dan Wali Kota Batam, wakil wali kota serta berapa intansi pemerintahan.

Tubagus Darmawan menjelaskannya Paguyuban warga Banten yang ada di Provinsi Kepri sudah cukup lama dibentuk, tetapi belum berjalan maksimal.

"Dari itulah kita berharap setelah pengukuhan ini bisa berjalan program-program yang sudah kita terapkan di dalam peguyuban warga Banten yang di Provinsi Kepri khusus di Kota Batam yang di ketuai oleh Tubagus Nawawi, alhamdulilah kita sangat terima kasih kepada Bapak Plt Gurbenur Kepri dan Wali Kota Batam serta wakil wali kota yang hadir. Insya allah kita juga membantu program yang di inginkan oleh Wali Kota Batam yaitu meningkatkan industri pariwisata," ucanya.

Pertunjukan Debus dan kesenian lainnya agar warga bisa melihat tradisi khas Provinsi Banten ini dan alhamdulilah juga berapa kabupaten yang ada di Provinsi kepri sudah kita bentuk, diantaranya keabupaten Anambas, Dabok Singkep. Insya allah juga kita akan bentuk lagi di berapa kabupaten lainnya," tandasnya.(fedrianto)

Contact Form

Name

Email *

Message *