HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Infomarsi

Gannas Sumut dan TNI Kompak Bagi Masker Gratis kepada Masyarakat

By On May 08, 2020

Gannas Sumatera Utara dan TNI seusai membagikan masker gratis kepada masyarakat
Medan - Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam mencegah penyebaran covid-19, Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) Sumatera Utara membagikan masker dan handsanitizer secara gratis kepada masyarakat pengguna jalan, Jumat 8 Mei 2020. Pembagian masker dilakukan di 2 titik yang berbeda, yakni di Jalan Sisingamangaraja di Jalan AH Nasution, Medan.

Ketua GANNAS Sumatera Utara dr Emirsyah Harvian Harahap mengatakan, kegiatan bagi-bagi masker dan handsanitizer gratis ini adalah bentuk dukungan nyata Gannas terhadap program pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Kami (Gannas) mendukung pemerintah yang selalu mengimbau agar masyarakat selalu menggunakan masker saat beraktivitas diluar rumah. Salah salah satunya ialah dengan kegiatan yang dilakukan hari ini,” sebut Emir didampingi Sekretatis GANNAS Sumatera Utara, drg. Purwana.

dr Emir mengatakan, kegiatan tersebut adalah yang pertama kali dilakukan oleh GANNAS Sumatera Utara. Kegiatan difokuskan kepada para supir angkot dan pengedara sepedamotor, masker ini diberikan agar bisa mencegah penyebaran covid-19.

“Kita tahu, kasus covid-19 di Sumatera Utata saat ini sudah mulai meningkat lagi, padahal kemaren sempat menurun. Dan tadi kita juga sudah melihatnya sendiri, di jalanan itu masih ramai masyarakat tanpa menggunakan masker. Hal ini tentunya karena tingkat kesadaran masyarakat kita masih renda, padahal wabah Covid 19 berbahaya," terang Emir.

Pengakuannya, masker dan handsanitizer yang dibagikan merupakan hasil kolektifan dari anggota dan pengurus GANNAS Sumatera Utara dan sumbangan dari para donatur.

"Kedepannya GANNAS Sumatera Utara juga akan melakukan sosialisasi terkait pencegahan covid-19. Misalnya seperti bagaimana cara menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker, dan mengkomsumsi vitamin C serta sayur-sayuran. Makanya disini kita turut membantu pemerintah, masyarakat kita minta agar senantiasa menggunakan masker. Dan kami minta masyarakat agar menjalankan protokol kesehatan covid-19 yang sudah dianjurkan oleh pemerintah. Kami juga mendukung kepemimpinan Bapak Gubernur Edy Rahmayadi dalam penanganan covid-19,” tegas Emir.

Dalam kegiatan itu, Gannas Sumatera Utara turut dibantu oleh pasukan TNI dari Batalyon Arhanudse 11/WBY (Baterai A). Oleh karenanya, Emir pun mengucapkan terima kasihnya kepada Batalyon Arhanudse 11/WBY (Baterai A).

“Kami ucapkan terimakasih kepada Komandan Kompi Arhanud yang sudah turut membantu dalam membagi-bagikan masker dan handsanitizer gratis ini kepada masyarakat pengguna jalan,” pungkas Emir.

Sementara itu, Letda Arh Donal Parhusip mewakili Danyon Arhanudse 11/WBY (Baterai A) mengatakan TNI siap membantu dan memutus mata rantai perkembangan covid-19.

“Karena minimnya dan tingginya harga masker, jadi kami dari prajurit TNI siap membantu rekan-rekan yang sedang melakukan kegiatan positif membagikan masker kepada masyarakat,” sebut Donal.

Ia pun menghimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kesadaran untuk selalu menggunakan masker apabila beraktifitas diluar rumah. Kemudian jaga jarak (physical distancing) satu sama lainnya, serta menerapkan sosial distancing atau menghindari keramaian-keramaian. Terkahir, ialah selalu mencuci tangan setelah beraktifitas, rutin berolahraga, serta memakan makanan yang bergizi dan bervitamin.

“Dan pihak kami juga telah menghimbau seluruh pasukan yang ada di Batalyon Arhanudse 11/WBY (Baterai A) agar selalu menerapkan protokol pencegahan covid-19. Selain pasukan, kami juga menghimsbau masyarakat sekitar agar senantiasa menggunakan masker apabila beraktifitas keluar rumah. Karena dengan begitu, kita dapat saling menjaga sesama kita agar tidak tertular covid-19,” tandasnya.(reza)

KITA Salurkan Paket Sembako untuk Jurnalis Online

By On May 07, 2020

KITA menyalurkan bantuan kepada jurnalis online
Medan - Maraknya Pandemi Virus Corona membuat Komunitas Indonesia Tionghoa (KITA) merasa terpanggil untuk membantu wartawan Jurnalis Online yang terdampak Covid-19 di Jalan Candi Mendut, Medan Petisah, Rabu 6 Mei 2020.

Bantuan sembako langsung dipimpin oleh Pendiri KITA, Bun Liong didampingi oleh Edi Sugandhy, Wilson dan Sumiaty. Sekretaris Umum KITA, Dayan Sutomo dan perwakilan dari KITA Medan, Hadi Yanto,SH, MH, Trisno, Agus , Yek Yong dan Djumin Teha beserta kader-kader Kecamatan KITA.

"Bantuan yang diberikan merupakan sebagai bentuk kepedulian KITA kepada wartawan yang juga sebagai Garda terdepan untuk melakukan peliputan Covid-19" ujar Sekretaris Komunitas Indonesia Tionghoa, KITA, Hadiyanto, SH.MH.

Hadi berharap, agar para wartawan tidak terhalang dalam melakukan peliputan.

"Saya berharap para wartawan tetap semangat memberikan informasi kepada masyarakat terkait Pandemi Covid-19 dan seluruh elemen masyarakat dapat berhasil melawan Covid-19," tegasnya.

Dilokasi yang sama, salah seorang perwakilan wartawan, Indra Hasibuan sangat mengapresiasi kepedulian KITA terhadap para jurnalis Kota Medan.

"Alhamdulillah, kita sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas bantuan paket sembako dari Komunitas Indonesia Tionghoa (KITA)," ucapnya.

Lalu, Indra berharap Komunitas Indonesia Tionghoa (KITA) terus maju dan dapat menjadi contoh teladan bagi organisasi sosial lainnya.

"Kita tidak melihat berapa jumlah yang dibantu, akan tetapi ada nilai kepedulian dari KITA terhadap wartawan yang juga merupakan garda terdepan dalam  pemberitaan wabah Covid-19 ini. Semoga KITA dapat terus maju dan dapat menjadi contoh teladan bagi organisasi sosial lainnya," harapnya mengakhiri. (reza)

LSM Gempar Sumut Dampingi Orang Tua Korban Pembunuhan di Madina

By On April 14, 2020

Ketua Gempar Sumatera Utara (kanan) mendampingi orang tua korban pembunuhan ketika di Mapolres Madina.(foto : Istimewa) 
Madina - Kepolisian Resort Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara dituding tidak profesional dalam menangani kasus dugaan pembunuhan, Zulhadi, lelaki berusia 25 tahun.

Tudingan itu bukan tanpa alasan. Sebab, kasus yang menghilangkan nyawa Zulhadi, sudah berjalan tiga bulan. Kejadian yang terjadi di Senin 27 Januari 2020, di Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Madina ini belum juga ada tersangkanya.

Tudingan tidak profesionalnya Polres Madina untuk mengungkap kasus pembunuhan Zulhadi ditegaskan oleh Iskandar Ray, ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Gerakan Memperjuangkan Amanah Rakyat (Gempar), Sumatera Utara ketika diwawancarai wartawan, Kamis 2 April 2020, kemarin di Markas Komando Polres Madina.

"Iya, saya dan orang tua korban bernama Isman Rangkuti, datang kemari (Polres Madina) untuk menindaklanjuti kasus dugaan pembunuhan. Saya kemari selaku pendamping dari orang tua korban. Setelah saya ikuti proses perkembangan kasus ini, ternyata perkembangan kasus ini agak lambat. Proses lambat itu diantaranya kasus sudah berjalan tiga bulan, tapi belum ada tersangkanya," kata Iskandar Ray.

Selain itu, dikarenakan lambatnya proses penyidikan yang dijalankan oleh pihak Polres Madina, Iskandar Ray mengaku akan terus berjuang dan mendampingi korban sampai kasus ini terungkap.

"Kita berharap agar kasus ini segera diungkap, kita percaya Polres Madina mampu untuk mengungkapnya, siapa pelaku yang membunuh korban," ungkapnya.

Sedangkan Isman Rangkuti berharap agar pelaku yang membunuh anaknya dapat ditangkap.

"Kasus ini sudah tiga bulan, saya berharap agar polisi dapat mengungkap kasus pembunuhan ini," kata Isman.

Diceritakan Isman kepada awak media, korban meninggal karena dikeroyok oleh orang yang tidak dikenal di Kecamatan Naga Juang. Ketika itu, korban baru pulang dari menderes getah, dia juga tahu anaknya dibunuh setelah dapat informasi dari media sosial (Facebook).

"Saya tahu anak saya (Zulhadi) dibunuh dari Facebook anak saya Misnan. Disitu saya lihat foto Zulhadi dalam kondisi luka luka. Sedih kali melihatnya, setelah itu, saya langsung ke Polres Madina ini. Tapi sampai sekarang belum juga diungkap siapa pelakunya. Saya berharap agar pelaku dapat ditangkap," ungkap Isman.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Madina, Ajun Komisaris Polisi D. Ompusunggu ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa kasus ini sudah tahap penyidikan. Sudah naik satu tingkat.

"Kasus ini sudah naik menjadi penyidikan,  berarti sudah naik satu tingkat, kita terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi yang mengetahui adanya peristiwa penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia," kata D. Ompusunggu.

Pengakuan Ompusunggu, mereka kesulitan untuk mencari saksi yang mengatahui persis peristiwa penganiayaan terhadap korban.

"Tapi kita tetap optimis kasus ini bakal terungkap, kami mohon dukungan dari keluarga korban dan masyarakat, jika ada informasi tentang kasus ini, segera berkoordinasi dengan kita," tandasnya.(red)

Posko Relawan Lawan Covid 19 Tanjung Morawa Bagikan Paket Sembako untuk Masyarakat

By On April 11, 2020

teks foto : masyarakat menerima sembako dari relawan lawan covid 19 Kecamatan Tanjung Morawa.(Istimewa) 
Deli Serdang - Relawan Lawan Covid 19 yang ada di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, membagikan paket sembako kepada masyarakat yang terkeda dampak penyebaran virus corona.

Mereka yang peduli dengan masyarakat yang terkena dampak, membagikan satu paket sembako berisikan satu goni beras berisi 10 kg, 10 butir telur ayam, satu kotak mie instan dan uang tunai sebesar Rp 50 ribu. Paket ini dibagikan oleh relawan di Halaman Kantor Kecamatan Tanjung Morawa, Jalan Irian, Sabtu 11 April 2020.

Panitia kegiatan ataupun relawan lawan covid 19 yang membagikan paket sembako terdiri dari berbagai elemen diantaranya dari organisasi yang mengelola Gerakan Pramuka di tingkat Kecamatan (Kwarran), organisasi masyarakat (Ormas) dan tokoh masyarakat.

Elemen masyarakat ini mengimpun donasi dari donatur yang ada, donasi bisa berupa uang, beras, telur maupun mie instan. Seluruh donatur yang memberikan bantuan dicatat di papan informasi yang tersedia di pokso relawan.

Ketua Kwarran Kecamatan Tanjung Morawa, Ibnu Hajar membenarkan adanya kegiatan pembagian sembako untuk masyarakat.

"Alhamdulillah, paket sembako dari donatur telah kita salurkan kepada warga yang benar benar berhak menerimanya. Hari ini yang kita salurkan sebanyak 420 paket, satu paket untuk satu keluarga, syaratnya mendaftar di posko dengan membawa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)," kata Ibnu.

Pembagian paket sembako ini merupakan kedua kalinya. Untuk pertama, mereka membagikan kepada petugas kebersihan dan penarik becak bermotor (parbetor).

"Iya, untuk hari ini merupakan kedua kalinya, sebelumnya kita membagikan 220 paket sembako yang sama kepada abang becak dan petugas kebersihan. Mudah mudahan kegiatan ini akan terus kita lakukan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak covid 19 ini," ucap Ibnu.

Dia juga berharap elemen yang ada di desa ataupun kelurahan untuk segera membuka posko dan mengimpun donatur yang ada. Agar seluruh masyarakat yang terkena dampak penyebaran virus ini bisa mendapatkan bantuan.

"Kalau semua bergerak, kepala desa membuka posko di kantor desa, mengimpum donatur disana, saya yakin masyarakat desa akan merasa terbantu, mari kita semua saling membantu," tuturnya.

Kata Ibnu, pengimpum dana dilakukan bukan hanya di Kecamatan Tanjung Morawa. Akan tetapi, sampai ke Jakarta dan daerah lainnya.

"Banyak warga Kecamatan Tanjung Morawa yang tinggal di Jakarta dan daerah lainnya, mereka juga membuka posko relawan dan menghimpun dana dari daerah mereka masing masing. Inilah bentuk kepedulian mereka. Insya allah penyaluran bantuan ini akan terus kita lakukan untuk masyarakat yang terkena dampak covid 19 ini, sampai dengan wabah ini telah dinyatakan berhenti. Kita di posko ini bekerja sama dengan TNI, Polri dan ormas lainnya," ungkapnya.

Surep, salah satu masyarakat penerima bantuan sembako, mengucapkan terima kasih kepada panitia relawan lawan covid 19. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu.

"Sangat membantu masyarakat, kami tidak kerja karena dampak penyebaran virus corona ini, semoga bantuan ini bisa kami terima secara terus menerus (berkesinambungan)," ujarnya.(reza)

Korban Penganiayaan Kecewa, Terdakwa tidak Ditahan

By On April 05, 2020

teks foto : korban ketika menunjukkan putusan dari Pengadilan Negeri Padangsidempuan.(istimewa)
Padangsidempuan - Nurlaila Hasibuan, korban penganiayaan mengaku tidak puas dan kecewa dengan keputusan yang diambil oleh hakim pengadilan negeri Padangsidempuan dan tuntutan dari oknum Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapanuli Selatan, atas terdakwa PL.

Hakim yang diketahui oleh Julius Panjaitan dan dua hakim anggota yaitu Hasnul Tambunan dan lainnya mengadili PL yang terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan dengan pidana penjara selama tiga bulan.

Kemudian, dalam keputusan, hakim juga menekankan bahwa pidana tersebut tidak usah dijalani, kecuali jika dikemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain dan disebabkan karena terpidana melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama enam bulan berakhir.

Ketidakpuasan terhadap keputusan pengadilan dan oknum jaksa di Kejari Tapanuli Selatan itu dikatakan oleh Nurlaila Hasibuan, kepada awak media di Padangsidempuan, Jumat 3 Maret 2020.

"Keputusan dari PN Padangsidempuan atas terdakwa PL itu keluarnya 4 Februari 2020. Saya tidak puas dengan keputusan itu, saya merasa tidak mendapatkan keadilan yang seadil adilnya dari pengadilan. Saya menjadi korban, tapi mengapa terdakwa tidak dilakukan penahanan," kata Nurlaila.

Selain itu, korban yang seorang ibu rumah tangga ini juga kecewa atas sikap jaksa yang menangani perkara penganiayaan yang menimpanya. Sebab, korban tidak mendapatkan informasi tentang jadwal persidangan.

"Saya tidak ada diundang ketika persidangan vonis atau pengambilan keputusan, jaksa penuntut umum dari kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan Halffeus Hangoluan Samosir. Jadi karena tidak tahu jadwalnya, makanya saya tidak hadir. Saya tahunya terdakwa yang kini menjadi terpidana itu tidak ditahan setalah saya meminta salinan putusan pengadilan, Kamis 2 April 2020, kemarin," tandas Nurlaila.

Juru bicara Pengadilan Negeri Padangsidempuan, Fadel Pardamean Batte ketika dikonfirmasi wartawan mengaku tidak ditahannya terpidana bukan ranahnya pengadilan. Sebab, mereka sudah mengadili.

"Coba pertanyakan kepada jaksa yang menangani, pengadilan sifatnya mengadili. Lagi pula, tidak ditahannya terpidana juga telah ada dan ditentukan oleh kitab undang undang hukum acara pidana (KUHAP), pasal 21 ayat 4. Akan tetapi, ada juga yang bisa ditahan sesuai dengan undang undang itu," kata Fadel Pardamean Betee.

Ketika ditanya apakah terpidana menyerahkan sejumlah jaminan terhadap pengadilan, sehingga tidak dilakukan penahanan penjara. Mendengar itu, Fadel Pardamean enggan untuk membeberkannya.

"Kalau masalah jaminan itu memang ada dalam undang undang, bisa sejumlah uang atau orang, akan tetapi, dalam perkara ini, saya belum tahu apakah tidak ditahannya terpidana ada jaminan atau tidak. Untuk lebih jelasnya, silhakan tanya dengan jaksa yang menanganinya," tandasnya.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Tapanuli Selatan Halffeus Hangoluan Samosir, ketika dikonfirmasi wartawan melalui selularnya membenarkan bahwa PL tidak ditahan seperti keputusan Pengadilan Padangsidempuan.

"Memang yang bersangkutan (PL) tidak ditahan, akan tetapi, jika PL kemudian hari melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama enam bulan berakhir. Maka dia akan dilakukan penahan kurungan penjara," kata Halffeus Hangoluan Samosir.

Mengenai korban tidak diundang dalam persidangan pengambilan keputusan atau vonis. Sehingga korban tidak menghadiri persidangan. Mendengar itu, Halffeus Hangoluan Samosir mengatakan agar korban aktif.

"Iya, seharusnya korban aktiflah. Karena sewaktu pemeriksaan sejumlah saksi, korban kita undang untuk hadir, sedangkan untuk pengambilan keputusan, seharusnya beliau aktif, tugas utama kita yaitu menghadirkan terdakwa dalam persidangan. Kita mohon maaf jika korban merasa keberatan dalam proses persidangan," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, PL seorang ibu rumah tangga berusia 45 tahun, beralamat di Jalan Baru, Lingkungan I, Kelurahan Aek Pining, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan menganiaya korban Nurlaila Hasibuan di Desa Bandar Hanipis, Kecamatan Muara Batangtoru, Minggu 23 Juni 2019.

Awalnya, sebelum penganiayaan itu terjadi, PL dan korban terlihat adu mulut. Penyebab itu dikarenakan terdakwa meminta agar korban menghentikan atau menutup usaha usaha Galian C milik korbannya. Sebab, usaha itu menurutnya sangat merugikannya. Akan tetapi, dikarenakan usaha itu memiliki izin, korban tidak mengikuti kemauan itu. Sehingga terjadilah perkelahian.(rz)

Ibu Hamil di Medan Raih Crown Mobil Toyota Avanza dari PT MSI

By On February 17, 2020

Teks foto : Helmi Purba ketika diberikan penghargaan di kegiatan Success Training.(Istimewa) 
Medan - Helni Purba adalah seorang ibu hamil (Bumil) peraih reward crown satu unit mobil avanza dari PT. Mahkota Sukses Indonesia (MSI).

Dia adalah member asal Kota Medan yang meraih new crown dari perusahaan yang bergerak dibidang Multy Level Marketing (MLM) atau pemasaran dengan sistem berjenjang dan dipimpin oleh Muhammad Daud.

Reward new crown yang diraihnya terungkap dalam Success Training atau pelatihan sukses yang digelar oleh PT MSI di Hotel Grand Antares, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Minggu 16 Februari 2020.

Ada beberapa jenis reward yang bisa diraih oleh member MSI seluruh Indonesia, diantaranya paket hanphone, jalan jalan keluar negeri, kemudian ada crown dan royal crown.

Kalau mendapatkan reward crown, berarti member memperoleh hadiah satu unit mobil avanza atau senilai Rp 150 juta, sedangkan royal crown mendapatkan satu unit mobil mitsubishi Pajero Sport.

Helni Purba dalam pemaparanya mengungkapkan bahwa new crown yang diraihnya itu penuh dengan perjuangan. Ada beberapa langkah spesial yang dilakukan sehingga meraih reward tersebut.

"Penghargaan yang diberikan hari ini, adalah suatu kebanggaan buat saya sendiri, saya ucapkan terima kasih terhadap MSI, saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sekarang sedang mengandung dengan usia kehamilan enam bulan, tapi meski begini, saya terus berusaha mengembangkan usaha MLM dibawa naungan PT MSI," kata Helni.

Menurut Helni, dia adalah seorang wanita yang hidup dengan keterbatasan, serba kekurangan. Wanita yang lahir dan besar di Kota Sibolga ini resmi menjadi member di MSI di Bulan Mei 2015.

"Saya tahun 2007 merantau ke Kota Medan untuk merubah nasib, kemudian saya kuliah, setelah tamat saya bekerja diperusahaan swasta sebagai staff, setelah itu, ditahun 2015 saya resmi join dengan MSI," ucap Helni yang kini berusia 31 tahun.

Setelah Helni join dengan MSI, kemudian dia menikah dan akhirnya pulang kekampung halaman di Sibolga. Setelah menikah, dia bersama suaminya tidak memiliki uang. Sehingga mereka memutuskan untuk meminjam uang kepada seseorang dengan jaminan.

"Setelah mendapatkan pinjaman dari salah satu keluarga, akhirnya saya beranikan untuk pergi ke Kota Medan dan bertekad membesarkan MSI ini. Dengan uang Rp 30 yang saya pinjam, saya beranikan diri untuk membesarkan usaha MLM saya ini bersama suami. Kemudian, uang itu kami belikan produk yang tersedia oleh MSI, yaitu produk kecantikan," kata dia.

Uang sebesar Rp 30 juta diperuntukannya untuk membayar sewa rumah sebesar Rp 15 juta dan sisanya untuk membeli produk usaha yang ada di MSI. Setelah itu, usaha MLM yang ditekuni membuahkan hasil. Dia telah mendapatkan keuntungan yang luar biasa.

"Cita cita saya awalnya hanya sebatas bisa membangun rumah orang tua dikampung, tapi karena hasil yang saya dapatkan melalui MSI ini sungguh nyata dan luar biasa, akhirnya saya bisa membeli tanah di kawasan Tembung, membeli rumah dan membangun rumah orang tua dikampung. Ini semua sudah saya rasakan, bahkan saya juga mendapatkan reward jalan jalan ke Paris, Belanda dan yang lainnya. Saya saja bisa, teman teman yang lain harus bisa juga. Sekarang, saya meraih new crown mobil avanza," ucap dia.

Perjuangan yang dilakukan dia untuk mendapatkan reward new crown tidak mudah, dia harus terus berusaha bersama suami tersayangnya yang selalu mendukung. Bahkan dia ada tips khusus agar meraih crown tersebut.

"Pertama harus selalu berdoa dan lakukan action (bertindak), harus punya impian, kuasai MSI dan harus punya stok produk dan harus lalukan promo secara konsisten, kalau ini tidak ada dalam diri kita, kita pasti tidak akan berhasil. Semakin lama saya semakin giat menjalankan usaha MLM ini, selain itu, bisnis MSI ini tidak punya resiko, hanya modal Rp 425 ribu, kita sudah dapat produk dan mengembangkan usaha," tandasnya.

Dalam kegiatan Success Training, juga dihadiri oleh Budi Eko selaku member asal Kota Medan yang telah mendapatkan reward royal crown. Dia mendapatkan satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport.

"Keberhasilan untuk meraih kesuksesan dalam usaha di MSI harus ada semangat, sukses itu tergantung dengan impian kita, kalau impian kita besar, itu yang akan membuat kita semangat, impian itu juga harus realistis dan apa yang harus dicapai," ucap Budi Eko.

Selanjutnya, Eko menyampaikan kalau seseorang itu mempunyai impian yang kecil, maka itu tidak membuat seseorang itu menjadi termotivasi.

"Kalau impian kecil, tidak berhasil juga tidak apa apa. Tapi kalau impian yang besar dan realistis, maka akan semangat untuk mengejarnya. Jika semua member menjalankan impian yang besar, saya yakin, maka kita semua akan mendapatkan royal crown. Selain itu, training seperti ini harus terus dilakukan untuk menambah wawasan, ilmu maupun strategi," kata Budi.

Kegiatan pelatihan sukses ini juga dihadiri oleh Yuana, seorang ibu rumah tangga yang telah mendapatkan reward royal crown sebanyak sembilan kali dan mendapatkan crown belasan kali.(sozato)

Polda Kaltara Sita Dokumen Perusahaan di Medan

By On February 03, 2020

Personel Kepolisian ketika memaparkan hasil pengungkapan.(foto : istikewa) 
Medan - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Utara (Kaltara) memburu pelaku dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) berinisial MS.

Ditreskrimsus Polda Kaltara Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) memburu MS direktur dari PT PNIM sampai ke Medan, tepatnya di Kecamatan Medan Kota dan dibekup oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Bahkan mereka sampai berhari hari untuk melakukan penangkapan itu.

Akan tetapi, ketika kepolisian sampai dirumah direktur PT PNIM, dia tidak berada ditempat, diduga pelaku sudah mengetahui kedatangan tim anti kejahatan dari Polda Kaltara maupun Polda Sumatera Utara itu.

Kasubdit IV Tipidter Polda Kaltara AKBP Hidayat Asykuri Ginting didampingi Kanit II AKP Choirul Jusuf kepada wartawan membenarkan telah melakukan pengejaran pelaku yang melanggar TPPU sampai ke Medan.

"Iya, Direktur PT PNIM berinisial MS kita kejar sampai ke Kota Medan, kita sudah dua hari berada di Kota Medan untuk memburu pelaku, akan tetapi yang bersangkutan tidak kita temukan. Alhasil, kita menyita sejumlah dokumen penting terkait dengan perusahaan atau badan hukum dan lainnya," kata Kasubdit IV Tipidter Polda Kaltara, AKBP Hidayat A Ginting, Minggu 2 Februari 2020, ketika di Mapolda Sumatera Utara.

Menurut Hidayat, awal penetapan MS sebagai tersangka pelanggaran TPPU adalah perkara penipuan dan penggelapan. Dimana kepolisian menduga bahwa uang hasil kejahatan yang dilakukan pelaku mengalir untuk PT PNIM yang bergerak di bidang penjualan bahan bakar migas jenis solar industri ke perusahaan kelapa sawit maupun Batu Bara diwilayah Kaltara.

"Jadi awalnya kita tetapkan HA, karyawan dari PT PNIM, dia diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Perusahaan mencari pemodal dengan modus bisa menyalurkan minyak keperusahaan yang ada di Kaltara. Akan tetapi, realitanya tidak sesuai dengan kesepakatan sehingga tiga orang pemodal mengalami kerugian sebesar Rp 12 miliar. Uang hasil kejahatan itu, diduga mengalir ke PT PNIM, sehingga dengan alat bukti yang kuat, kita tetapkan direktur PT PNIM berinisal MS sebagai tersangka," terang Hidayat.

Selanjutnya, Kanit II Subdit IV Tipidter AKP Choirul Jusuf menambahkan bahwa penetapan tersangka terhadap MS juga sudah dilakukan proses normatif yang cukup panjang. MS telah dipanggil sebanyak dua kali tapi tidak hadir.

"Dia (MS) sudah dua kali kita lakukan pemanggilan, namun tidak hadir sehingga kita tetapkan tersangka. Setelah itu, lalu kita lakukan pemanggilan sekaligus dengan surat perintah membawa, akan tetapi dia tidak ada dialamat yang kita miliki. Sehingga kita lakukan pengejaran yang alamatnya di Kota Medan," kata Choirul Jusuf.

Menurut Kanit, dalam menuntaskan kasus TPPU, kepolisian akan terus memburu MS dan mencari sejumlah aset perusahaan dan kemana saja uang hasil kejahatan itu dipergunakan.

"Menurut informasi dan data outentik yang kita miliki, uang hasil kejahatan penipuan dan penggelapan mengalir keperusahaan sebanyak Rp 6 miliar. Pelaku kita buru sampai ke Medan. Akan tetapi, ketika kita lakukan pengejaran selama dua hari. Pelaku tidak kita temukan, hanya saja sejumlah dokumen kita sita, pendirian PT PNIM, rekening koran PT PNIM dan sejumlah slip pembayaran oleh PT PNIM serta bukti perjanjian kerjasama," kata Jusuf.

Karena pelaku MS tidak ditemukan ketika dilakukan penggeledahan dibeberapa tempat di Kota Medan, kepolisian akan terus melakukan pencarian, bahkan tidak menutup kemungkinan sampai keluar negeri.

"Dalam kasus ini, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru, apabila penyidik berhasil menemukan alat bukti maupun barang bukti yang baru dan mendukung. Kedepan dalam mencari tersangka MS, kita akan koordinasi dengan Bareskrim Polri untuk pencarian, kita harapkan MS mau berprilaku koperatif," tandasnya.(re)

Kapolda Sumut : Penghargaan untuk Anggota yang Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Hakim di Medan

By On January 16, 2020

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin.(Foto : istimewa) 
Medan - Kepolisian dari Sektor Medan Baru, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara telah mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi terhadap korbannya, Jamaluddin, seorang Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Pembunuhan terhadap Jamaluddin dilakukan oleh istri keduanya berinsial ZH, bersama dua orang temannya, RP dan JP, Jumat 29 November 2019, kemarin.

Setelah mendapati kejadian itu, kepolisian membentuk tim, melakukan penyelidikan, bahkan sampai melakukan otopsi dan visum yang bekerja sama dengan pihak Laboratorium Forensik Mabes Polri.

Pembunuhan yang dilakukan ketiga pelaku cukup bagus, mereka nyaris tanpa meninggalkan alat bukti dan tanda kekerasan. Namun, karena kerja sama dan kerja keras yang dilakukan, penyidik akhirnya bisa menemukan alat bukti hingga memutuskan tiga orang sebagai tersangka. Salah satunya adalah istri muda korban.

Atas kerja sama dan kerja keras yang dilakukan tim kepolisian untuk mengungkap kasus pembunuhan ini, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin akan memberikan penghargaan.

"Iya, kita akan berikan penghargaan kepada anggota, tuntasnya kasus ini berkat kerjasama anggota. Saya apresiasi itu. Saya sudah mengusulkan penghargaan untuk anggota," kata Martuani Sormin, kepada wartawan di Medan, Jumat 17 Januari 2020.

Ada berbagai bentuk penghargaan yang akan ditawarkan oleh Martuani Sormin. Diantaranya berupa pin emas, perak dan sekolah atau pendidikan.

"Saya juga pernah mendapat pin emas dari bapak Kapolri. Rasanya ada rasa bangga dan syukur. Penghargaan akan saya berikan kepada anggota yang terlibat langsung. Penghargaan lainnya bisa juga Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB). Semua penawaran ini sudah saya usulkan kepada bapak Kapolri di Jakarta," ucap Martuani Sormin.

Kapolda Sumatera Utara menambahkan dan berharap agar kejadian menjadi perhatian bersama untuk menjaga keamanan.

"Untuk langkah keamanan di Sumut, kedepannya kita akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Selain itu, perlunya CCTV untuk memantau dan peranan masyarakat luas sangat dibutuhkan untuk membantu tugas-tugas kepolisian. Bhabinkamtibmas dan pihak kepala lingkungan harus lebih bersinergi, lakukan pendataan warga lebih detail. Intinya, kami akan terus memberikan keamanan kepada masyarakat Sumut. Tidak ada tempat bagi kejahatan disini," tandas Martuani.

Sebagaimana diketahui, tim gabungan kepolisian melakukan penyelidikan selama 40 hari, tepatnya Rabu 8 Januari 2020, akhirnya ditetapkan 3 orang sebagai tersangka atas kematian Jamaluddin. Diantaranya ZH, JP dan RP, penetapan tersangka terhadap mereka berdasarkan alat bukti yang otentik, kemudian 50 orang saksi yang turut diambil keterangannya.(reza)

Personel Polda Sumut Pengguna Narkoba Dihukum

By On January 07, 2020

Tiga Personel Polda Sumut (memakai rompi orange) dihukum (Foto : istimewa) 
Medan - Tiga personel kepolisian yang bertugas di Mapolda Sumatera Utara dikenakan tindakan disiplin karena melakukan pelanggaran. Mereka dihukum dengan tindakan fisik, diantaranya disuruh push up, lalu disaat saat apel pagi, selalu menggunakan rompi warna orange, helm warna merah dan membawa replika senjata dari kayu.

Setelah apel pagi, dengan membawa pengeras suara, personel yang melakukan pelanggaran disuruh berjalan keliling Mapolda Sumatera Utara dengan menggunakan pengeras suara dan menyampaikan atau berteriak sesuai pelanggaran yang dilakukan.

Dua personel berinisial Iptu AY dan Brigadir BL, dihukum dikarenakan ketika dilakukan tes urine, hasilnya positif mengandung Methampetamine (narkotika golongan I jenis sabu sabu) dan satu personel lagi adalah Bripka RA, dia melakukan tindakan pelanggaran tercela dan tak pantas dilakukan sebagai seorang personel Polri.

Kabid Propam Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Yofie Guardianto didampingi Kasubdit Paminal AKBP Catur ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa 7 Januari 2020 membenarkan adanya pelanggaran yang dilakukan tiga personel Polri yang bertugas di Mapolda Sumatera Utara.

"Sesuai dengan perintah dari Bapak Kapolda Sumatera Utara, kita dari Bidang Propam melakukan proses pemeriksaan terhadap tiga orang personel yang melakukan pelanggaran disiplin, pertama urine mereka positif mengandung narkoba dan satu lagi melakukan perbuatan tercela. Ketiga personel ini akan terus dilakukan pembinaan," kata Yofie.

Terhadap ketiganya, Propam Polda Sumatera Utara memberikan tindakan disiplin sesuai dengan arahan Kapolda. Mereka diberikan tindakan fisik dan disuruh berkeliling kantor dengan membawa pengeras suara.

"Inovasi tindakan disiplin bagi personil yang melakukan pelanggaran disiplin merupakan arahan dari Bapak Kapolda Sumut, tujuannya agar ada efek jera bagi mereka yang berbuat salah, apalagi dalam bertugas," ucap Yofie.

Dengan hukuman itu, menurut Kabid Propam, otomatis akan timbul rasa malu personel yang melakukan pelanggaran dan dipastikan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

"Tindakan disiplin ini diberikan sebagai efek jera, menjadi pelajaran bagi personil Polda Sumatera Utara lainnya agar tidak melakukan pelanggaran disiplin ataupun pelanggaran kode etik dan pidana. Tiga personel yang dihukum dilakukan penahanan dalam rangka proses pemeriksaan, jika telah selesai pemeriksaan akan disidangkan untuk mendapatkan kepastian dan putusan hukuman sesuai dengan perbuatan pelanggaran yang telah dilakukannya masing-masing," kata Yofie.

Sesuai ketentuan Pasal 9 Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2003 tentang peraturan disiplin anggota Polri, ada beberapa bentuk hukuman disiplin.

"Teguran tertulis, penundaan mengikuti pendidikan paling lama 1 (satu) tahun, penundaan kenaikan gaji berkala, penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun, mutasi yang bersifat demosi, pembebasan dari jabatan, penempatan dalam tempat khusus paling lama 21 (dua puluh satu) hari. Makanya sekali lagi kita himbau, seluruh personel Polri, jangan melakukan pelanggaran jenis apapun. Lakukan tugas dengan baik dan benar," tandas Yofie.(sz)

Dirresnarkoba Polda Sumut : Kita Manusia yang Tak Luput dari Kesalahan

By On January 05, 2020

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut berfoto dengan insan pers (foto : istimewa)
Medan - Guna mempererat hubungan sinergitas serta silaturahmi antara Kepolisian Daerah Sumatera Utara, khususnya Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) dengan insan pers yang bertugas di Mapolda Sumut, di gelarlah acara Ramah Tamah di Marine Seafood Kafe di kawasan Jalan Kampar/Serma Hanafiah, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Minggu 5 Januari 2020.

Acara dimulai dengan pembacaan doa oleh Ustad Muliadi SAg, dilanjutkan kata sambutan dari Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Hendri Marpaung.

Dalam sambutannya Hendri mengatakan, dirinya sudah hampir tiga tahun bertugas di (Ditresnarkoba) Polda Sumut. Dia mengakui terkadang susah di temui awak media berhubung jadwal tugas yang padat.

“Wartawan susah jumpa dengan saya, jadi ada yang bilang saya ‘kayu laut’ dan 'kelat' di acara ini kita saling bertatap muka, mudah-mudahan dengan adanya acara ini kita lebih bersinergi lagi, hindari berita hoax karena dapat merugikan seseorang dan diri kita pribadi. Acara ini di gelar bukan ada penggiringan maupun intervensi dan unsur politik melainkan ajang silaturahmi antara kepolisian dan para insan pers,” kata Hendri.

Selain itu, dirinya juga berterima kasih kepada jajarannya yang telah membantu mensukseskan acara tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para kasubdit, kanit juga kasat narkoba Polres Pelabuhan Belawan yang telah membantu dan mensukseskan acara ini. Tanpa bantuan kalian acara ini tidak terlaksana,” ucap dia.

Hendri juga mengucapkan maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan pada acara Ramah Tamah tersebut.

“Sebelumnya saya memohon maaf apabila nantinya ada kekurangan dan kesalahan di acara ini sampai dengan selesai. Kita juga manusia yang tak luput dari kesalahan dan kesilafan,” katanya.

Pada kesempatan itu, dia juga membagikan pengalamannya selama bertugas di kepolisian hingga sampai di posisi menjadi Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut.

Usai memberikan kata sambutan, acara dilanjutkan dengan makan bersama dan
Direktur menyumbangkan suara emasnya dengan beberapa tembang. Setelah itu, Direktur mohon pamit kepada seluruh insan pers berhubung ada kegiatan yang harus dihadiri.

“Saya mohon pamit terlebih dahulu ya rekan-rekan, ada tugas yang harus saya hadiri lagi, rekan-rekan silahkan dilanjutkan acaranya, ada staf saya yang mengurus rekan-rekan nantinya setelah usai acara ini,” tutup Kombes Hendri Marpaung sambil bersalaman kepada insan pers.

Hadir dalam acara Ramah Tamah tersebut, Kasubdit l Ditresnarkoba Polda Sumut, AKBP Ronni Nicholas Sidabutar, Kanit, Kompol Revi, dan Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Juriadi Sembiring, SH serta personel Ditresnarkoba Polda Sumut. (reza)

Contact Form

Name

Email *

Message *