HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Infomarsi

Polsek dan Dua Puskesmas di Batam Bagi Masker Antisipasi Bahaya Asap

By On September 14, 2019

Kapolsek Bengkong dan Kepala Puskesmas beserta beberapa anggota seusai membagikan masker
Suaraperjuangan - Bencana kebakaran hutan yang melanda Indonesia, terjadi dibeberapa wilayah seperti Kalimantan dan Riau, kiriman asap sampai ke Batam.

Terkait dengan itu, Polsek Bengkong Polresta Barelang Batam, bekerjasama dengan Puskesmas Sei Panas dan Puskesmas Tanjung Buntung menggelar bagi bagi 1500 masker. Kegiatan itu dilaksanakan Sabtu 14 September 2019, sore.

Kapolsek Bengkong AKP Yuhendri Januar mengatakan kegiatan pembagian masker bertujuan agar warga dan pengendara sepeda motor tidak terserang Infeksi saluran pernapasan akut atau (ISPA). Sebab lebih baik mencegah daripada mengobati.

"Kepada masyarakat jangan banyak keluar rumah dan apabila berkendaraan hidupkan lampu dan jangan berkecepatan tinggi karena jarak pandang sangat pendek tuk mencegah kecelakaan akibat gangguan asap," tegas Kapolsek

Dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung Kapolsek beserta personil, Kepala Puskesmas Sei Panas Dr. Anggi beserta anggotanya, Kepala Puskesmas Tanjung Buntung Dr.Suriyati beserta anggotanya. Pembagian masker kepada masyarakat berjalan dalam aman dan tertib.(Fedrianto)

GBNN LPRI Kota Binjai di Deklarasikan, Siap Untuk Menjalankan Program

By On August 30, 2019

(foto : Sekretaris GBNN LPRI Sumatera Utara memberikan Pataka kepada Pengurus GBNN LPRI Kota Binjai)
Binjai - Segenap pengurus Garda Bela Nagara Nusantara Lembaga Pengawas Reformasi Indonesia (GBNN LPRI) Kota Madya Binjai resmi dideklarasikan, kegiatan ini dilakukan di Pendopo Umar Baki, Pemko Binjai, Jumat 30 Agustus 2019.

Adapun pengurus yang baru dideklarasikan untuk periode 2019 - 2024 adalah Herdi Suryanto sebagai ketua, Willy Diwana Ketua I Bidang Pengawasan, Zefri Januar Pribadi Ketua II Bidang Idiologi Pancasila, Irfan Haris Ketua III Bidang Operasional, Arif Rifani Sekretaris, Nuni Hasriati Ilyas Wakil Sekretaris dan Rusli sebagai bendahara. Selain itu, susunan pengurus dilengkapi dengan seksi dan satuan tugas.

Deklarasi organisasi ini langsung dihadiri oleh Ketua GBNN LPRI Sumatera Utara, Trie Yanto Sitepu SH, Ketua I Zulkifli, Ketua II Budi Satria Mataram, Ketua III Suwaldi Awal, Sekretaris Riza Pratista, Bendahara Adi dan seluruh pengurus lainnya. Selain itu, perwakilan dari Pemko dan Polres Binjai juga turut hadir.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), perwakilan dari Wali Kota Binjai T Sarifuddin dalam kegiatan mendukung hadirnya GBNN LPRI.

"Semoga hadirnya GBNN LPRI Kota Binjai, dapat mendukung program Pemko Binjai, ini sangat baik, ayo kita bersinergi," kata Sarifuddin.

Selain itu, menurut Sarifuddin bahwa GBNN LPRI juga memiliki program yang sama dengan Pemko. Diantaranya pencegahan serta pemberantasan peredaran gelap narkoba.

"Persamaan visi dan misi inilah yang harus kita satukan, selamat untuk pengurus GBNN LPRI Kota Binjai yang baru dideklarasikan ini," tandasnya.

Sedangkan Trie Yanto Sitepu SH mengatakan bahwa GBNN LPRI berlandasan dengan empat pilar yaitu Pancasila, Undang Undang Dasar, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

"Semoga GBNN LPRI dapat memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat maupun bagi pemerintah, kita tidak mau ada birokrasi bobrok yang dapat menyengsarakan rakyat," ucap Trie Yanto Sitepu.

Kemudian, Trie meminta agar seluruh punggawa GBNN LPRI untuk sepakat gagahkan Pancasila, melawan birokrasi yang bobrok tanpa ragu.

Herdi Suryanto, Ketua GBNN LPRI Kota Binjai mengaku siap mendukung Pemerintah Kota Binjai.

"Kita siap mendukung Pemko Binjai, siap melawan peredaran gelap narkoba, siap menjalankan visi dan misi, program organisasi," terang dia.(rel)

SMA Negeri 8 Medan Diduga Langgar Aturan

By On August 22, 2019

SMA Negeri 8 Medan
Medan - Penanggung jawab atau pucuk pimpinan Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 8 Medan, Provinsi Sumatera Utara diduga melakukan rekayasa daya tampung siswa baru tahun ajaran 2019.

Informasi yang diterima wartawan menyebut bahwa ada delapan ruang kelas untuk murid baru tahun 2019 yang tersedia di SMA Negeri 8 Medan, sedangkan dalam aturan sudah diatur jumlah peserta didik, untuk peserta didik baru SMA dalam satu kelas berjumlah paling sedikit dua puluh orang (peserta/siswa) dan paling banyak tiga puluh enam orang. Kemudian, jika tiga puluh enam dikali dengan jumlah kelas yang tersedia, maka daya tampung sebanyak 288 orang. Akan tetapi, sekolah membuat daya tampung siswa sebanyak 268 orang.

Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Medan JR Panjaitan ketika diwawancarai wartawan melalui selularnya, Jumat 23 Agustus 2019 mengatakan bahwa itu dilakukan sekolah untuk mengantisipasi adanya siswa yang tinggal kelas.

"Kita buat begitu karena untuk mengantisipasi adanya siswa yang tinggal kelas, tidak ada maksud untuk melakukan kecurangan," ucapnya. (red)

Ibu Negara Republik Indonesia Iriana Joko Widodo Kunker ke Batam

By On August 07, 2019

Ibu Negara Republik Indonesia melakukan kunker ke Batam
Batam - Ibu Negara Republik Indonesia HJ Iriana Joko Widodo dan Ibu HJ Mufidah Jusuf Kala melakukan kunjungan kerja (kunker) di Batam Rabu 7 Agustus 2019.

Terkait kunjungan kerja itu, sejumlah agenda dilakukan, pertama menuju TK Negeri Pembina 2 di Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota dengan kegiatan yg telah diagendakan berupa sosialisasi cuci tangan, sosialisasi tanam pohon dan sayuran serta sosialisasi Biopori dan kompos yang diikuti oleh seluruh anak didik TK Negeri Pembina 2 dengan penuh semangat.

Kemudian yang kedua, melanjutkan kunjungannya ke TWA Muka Kuning untuk pelepasan satwa Elang Bondol dan kunjungan terakhir penanaman 5000 batang pohon Mangrove yang diikuti sekitar 500 orang  yang bertempat di jalan Pancur Pelabuhan kelurahan Tanjung Piayu Kecamatan Sei Beduk. (Fedrianto)

Wartawan Polres Labuhanbatu Akan Lebih Mudah Akses Informasi

By On August 05, 2019

Kabag Ops dan Kasubbag Humas Polres Labuhanbatu
Labuhanbatu - Kepala Sub Bagian Humas Polres Labuhanbatu menggelar kegiatan konsolidasi dan silaturahmi dengan wartawan di Aula Yanpiter setempat, Senin 5 Agustus 2019.

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang diwakili dengan Kabag Ops Kompol M Nasution. Dia mengatakan kegiatan ini untuk menguatkan hubungan kemitraan antara kepolisian dengan wartawan.

Selain itu Kabag Ops juga memperkenalkan Kepala Sub Bagian Humas yang baru Iptu Murni, kepada wartawan terkhusus yang melakukan peliputan di wilayah Hukum Polres Labuhanbatu.

"Dengan kegiatan ini, kita akan saling mengenal sebab saya juga belum kenal secara keseluruhan kepada rekan rekan wartawan disini, selain dari itu disini kita akan mendiskusikan bagaimana tata cara melakukan peliputan yang sesuai dengan kode etik jurnalistik, sehingga dalam liputan akan lebih tertib lagi kedepan," ucap Kompol M Nasution.

Sementara itu, Kasubbag Humas yang baru dua bulan menjabat ini mengucapkan terimakasih kepada rekan rekan wartawan yang hadir dalam acara tersebut.

"Semoga dengan kegiatan ini, dapat menjalin kerja sama yang baik dengan rekan rekan wartawan dan Polres Labuhanbatu," kata Murni.

Menanggapi kegiatan tersebut Ketua Media Center Polres Labuhanbatu Ucok Bani mengapresiasi. Semoga wartawan semakin mudah mengakses informasi.

"Tentu kegiatan ini sangat baik, dengan begini hububungan wartawan dan polisi bisa sejalan dan sinergi untuk membangun Labuhanbatu lebih baik lagi, selain dari pada itu rekan wartawan akan lebih mudah dalam melakukan Konfirmasi ketika ada hal yang ingin dikomfirmasi terkait berita kriminal secara satu pintu, sebab memang selama setahun lebih, jabatan Kasubbag humas terjadi kekosongan, mudah mudahan dengan di jabat ibu Murni ini, wartawan lebih mudah mengakses informasi," ucap Ucok Bani.(hendro)

Polsek Panai Hilir Tangkap Warga Sei Berombang

By On August 04, 2019

Pelaku (memakai jaket warna hitam) ketika diinterogasi petugas kepolisian 
Labuhanbatu - IS, lelaki berusia 35 tahun warga Lingkungan VI, Kelurahan Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu ditangkap personil Polsek Panai Hilir di Pelabuhan Umum Lingkungan I, Sabtu 3 Agustus 2019 sekitar pukul 15.00 WIB.

Ismail diduga memiliki 3 buah kantong  plastik putih transparan berisi sabu-sabu yang siap untuk diedarkan kepada konsumen.

"Benar, kita menangkap seorang pria diduga memiliki narkoba semalam sore di daerah Pelabuhan," ujar Kapolsek Panai Hilir, AKP Budiarto ketika dikonfirmasi wartawan melalui seluler, Minggu 4 Agustus 2019.

Penangkapan itu, kata AKP Budiarto berdasarkan informasi di Pelabuhan Umum ada transaksi narkoba jenis sabu-sabu. Selanjutnya, personil dibawah pimpinan Kanit Reskrim Iptu JJ Ginting menuju tempat yang dimaksud dan sampai di TKP petugas langsung melihat seorang pria bernama Ismail, lalu mengamankannya serta menggeledah badan.

"Nah, dari kantong celana kiri ditemukan satu buah bungkusan kertas berlakaban berisikan narkoba jenis sabu-sabu. Selanjutnya tim membawa tersangka dan barang bukti ke Mapolsek Panai Hilir guna proses lanjut," ucap Kapolsek.(Hendro)

Polsek Kualuh Hulu Tangkap Pelaku Pembunuhan

By On August 01, 2019

Pelaku (tengah) ketika diinterogasi petugas kepolisian 
Labuhanbatu Utara - FSS 29 tahun, warga Dusun I, Desa Damuli Pekan, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara ditangkap Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu, diduga usai membunuh istrinya, IBS pada hari Senin 29 Juli 2019 sekitar pukul 01:00 WIB. Penangkapan itu berdasarkan Laporan polisi nomor: LP/130/VII/2019/SU/RES.LBH/SEK.KUALUH HULU tgl 29 Juli 2019.

Kapolsek Kualuh Hulu AKP Asmon Bufira melalui Kanit Reskrim Ipda Gunawan membenarkan penangkapan tersebut.

"Benar, kita telah menangkap suami korban yaitu FSS yang diduga membunuh istrinya sendiri," ucap Kanit Reskrim Ipda Gunawan Sinurat via seluler, Selasa 30 Juli 2019, kemarin.

Adapun kronologis singkat, pembunuhan IBS, kata Ipda Gunawan Sinurat bahwa pada hari Senin 29 Juli 2019 sekitar pukul 02:00 WIB, personil Polsek Kualuh Hulu mendapat perihal penemuan mayat perempuan yang diduga dibunuh langsung kelokasi dan dipimpin oleh Ipda Gunawan. Korban ditemukan berada di dalam kamar dalam keadaan telentang di atas tempat tidur dan sudah tidak beryawa lagi.

Tim Reskrim mencurigai bahwa kematian korban tidak wajar sehubungan dengan lidah korban tidak menjulur, dan kejanggalan lainnya, maka terhadap mayat korban dilakukan autopsi sekaligus tim melaksanakan serangkaian penyelidikan kemudian tim juga mengamankan FSS yang merupakan suami korban guna dilakukan introgasi, karena merupakan orang yang pertama kali melihat korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.

"Menurutnya (suami korban), korban ditemukan dalam keadaan gantung diri di dalam kamar," kata Ipda Gunawan Sinurat

Namun hasil autopsi, menyebutkan bahwa jaringan otot dan pembuluh darah di tenggorokan korban yg memar tercekik pada sebelah kanan dan kiri tidak sinkron / sama sehingga dapat disimpulkan bahwa besar kemungkinan kematian korban bukan akibat gantung diri.

Selanjutnya, hasil penyelidikan dan disesuaikan dengan hasil autopsi serta berdasarkan introgasi saksi-saksi, polisi menduga bahwa korban meninggal bukan akibat gantung diri melainkan karena dibunuh dan pelakunya adalah FSS.

"Kemudian tim melakukan interogasi dan pendalaman kembali kepada FSS, untuk mengejar setiap alibi pembelaan diri yg disebutkannya, dari hasil serangkaian penyelidikan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pelakunya diduga adalah FSS," papar Ipda Gunawan Sinurat

Ipda Gunawan Sinurat juga menambahkan, dari hasil introgasi petugas tersangka adalah pengisap sabu-sabu aktif, tersangka memiliki dua orang anak yang masih kecil yaitu berusia 1 tahun dan 4 tahun, sebelum membunuh istrinya, tersangka terlebih dahulu bertengkar, tersangka membunuh korban dengan cara mencekik leher korban sampai lemas dengan menggunakan kedua tangan sampai korban meninggal dunia dan tidak bergerak lagi.

Kemudian untuk memastikan korban benar benar sudah meninggal, tersangka menjerat leher korban dari belakang sekuat-kuatnya dengan menggunakan tali nilon yg memang berada di kamar korban yg semula berfungsi sebagai tali ayunan anak bayi yang tergantung di plafon rumah. Setelah korban benar-benar tidak bergerak lagi, tidak ada sedikitpun nafas yang keluar dari lubang hidung korban, maka tersangka yakin bahwa korban sudah meninggal dunia, lantas tersangka membaringkan tubuh korban di atas tempat tidur.

Selanjutnya, tersangka keluar rumah untuk membangunkan saksi-saksi yang tinggal di sebelah rumah dan berpura-pura meminta tolong karena menemukan isterinya dalam keadaan gantung diri dan sudah tidak bernyawa lagi.

Tersangka membunuh korban secara spontanitas setelah pertengkaran dan motifnya adalah karena tersangka cemburu, akibat korban sering main HP dan ketika tersangka minta berhubungan seksual, korban tidak pernah mau.(hendro)

Kasat Reskrim Polres Langkat : Pelaku Dengan Mudah Curi Sepeda Motor Korban

By On July 29, 2019

Pelaku pencurian kendaraan bermotor 
Langkat - Mematahkan kunci stang sepeda motor secara paksa dan menggunting tali wayar kunci kontak menjadi trik pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) untuk melaksanakan aksinya. Namun berdasarkan keterangan sejumlah saksi beserta alat bukti, kasus ini akhirnya diungkap oleh polisi.

Hal itu turut dibenarkan oleh AKP Tengku Fathir Mustafa SIK, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Langkat, Polda Sumatera Utara ketika diwawancarai wartawan, Rabu 30 Juli 2019. Dia memaparkan bahwa pencurian itu terjadi di Areal Perkebunan tebu milik PTPN Kebun Kwala Bingai, Keluraham Kwala Bingai, Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.

Tersangka dalam kasus Curanmor ini ada dua orang, pertama EH, 56 tahun warga Lingkungan X Purwo Sari, Kabupaten Langkat dan MS 41 tahun warga Jalan Kutab Lingkungan III, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

"Kejadian menimpa korban Jumat 21 Juni 2019, kemarin sekira pukul 16:00 WIB, seperti biasa korban berangkat dari rumahnya di Pasar V Kelurahan Sidomulio Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat dengan mengendarai sepeda motor merek Honda Supra Fit BK 5851 PS menuju areal perkebunan tebu (tempat kejadian perkara) untuk mencari rumput," ucap AKP Fathir.

Sesampainya dilokasi, korban langsung pergi mengarit rumput dan memarkirkan kendaraannya. Tidak lama kemudian, korban berniat untuk pulang, disitulah korban kaget karena kendaraan roda dua miliknya hilang.

"Setelah sepeda motor korban hilang, korban melaporkan kejadian itu ke kita (polisi) lalu kita langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. Berdasarkan saksi, kita langsung menangkap pelaku EH dan MS dari dua lokasi yang berbeda," kata Fathir.

Pelaku EH terlebih dahulu, di Jalan Titi Putih Kelurahan Perdamaian, Kabupaten Langkat dan MS di Jalan Kutab, Kelurahan Stabat Baru, Kabupaten Langkat. Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti, diantaranya satu unit sepeda motor merek spin warna biru tanpa plat yang digunakan untuk melakukan aksi dan sepeda motor milik korban.

"Keterangan dari pelaku sementara mereka baru sekali melakukan aksi, tetapi kita terus melakukan pengembangan adanya korban lainnya ataupun tersangka lain. Trik pelaku melakukan aksi mematahkan kunci stang dan menggunting wayar kunci kontak, trik itu bisa dengan mudah membawa sepeda motor milik korbannya," tutur Fathir.

Dalam perkara ini, pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 363 KUPidana dengan ancaman kurungan minimal lima tahun. Kepada masyarakat Kabupaten Langkat, Polisi juga mengimbau agar selalu menjaga kendaraan dari aksi pencurian serta tidak lupa memasang kunci pengaman ganda.
(red)

Miliki Komitmen Tinggi Memberantas Narkoba

By On July 27, 2019

Pengurus GERANIT bersama perwakilan dari Polda Sumatera Utara 
Medan - Maraknya peredaran narkotika dan penyalahgunaan zat adiktif di Indonesia menjadi tugas dan tangung jawab bersama untuk memerangi atau memberantasnya.

Untuk mengantisipasi agar tidak berkembang dilingkungan masyarakat, lahirlah organisasi masyarakat yang berwadah, namanya Gerakan Anti Narkotika Internasional (GERANIT).

Dengan kesederhanaan,
deklarasi dan rapat kerja Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Anti Narkotika Internasional (DPP-GERANIT) terselengara di Palladium Plaza Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu 27 Juli 2019.

Perwakilan dari Polda Sumatera Utara, Wakil Direktur Reserse Narkoba (Ditresnarkiba) AKBP Frenky Yusandy yang turut hadir dalam kegiatan mengatakan
Provinsi Sumatera Utara menempati peringkat ke 2 di Indonesia dalam penanganan kasus narkotika.

"Personil kepolisian dan BNN mempunyai komitmen tinggi untuk memberantas peredaran narkoba," kata Frenky.

Narkotika berkembang dari masa ke masa. Seperti dulu Ganja terus berkembang menjadi extasi, heroin, sabu dan jenis lainnya. Dalam hal ini pengguna jadi ketergantungan. Solusinya maka dengan metode pengobatanya harus sesuai dengan ketergantungan pada individual agar menjadi efektif dalam tahap rehabilitasnya.

"Kita mengharapkan dari organisasi ini mempunyai sekmen yang berbeda dari organisasi lain agar saling bisa memenuhi program-program kerja organisasi narkotika, ini juga mendukung kinerja kepolisan maupun BNN dalam menangani sosialisasi dan edukasi tentang narkotika dan sejenisnya," ucap Frenky.

"Musuh kita paling besar adalah sindikat peredaran narkotika yang merupakan tantangan berat kita," sambung Frenky.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Geranit, Putra Lubis didampingi Sekretaris Nelly Simamora mengatakan narkoba merupakan musuh bersama yang merusak generasi penerus bangsa. Maka dengan itu marilah bersama memberantas peredarannya.

"Narkoba tidak hanya ada di kota-kota besar bahkan sudah sampai pelosok-pelosok desa. Akibat cepatnya narkoba ini meluas anak-anak dibawah umur juga terlibat mengkonsumsi barang haram ini menjadikan masa depan anak bangsa hancur. Kita tekankan kepada pengurus untuk aktif dalam bidangnya masing-masing. Dalam waktu dekat kita akan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat dipemukiman yang tidak tersentuh penyuluhan bahaya narkotika ini. Kita juga berharap ada pemerintah dan lembaga-lembaga terkait untuk mendukung program yang telah disepakati bersama rekan-rekan pengurus," tandasnya.(rel)

Ketua Apdesi Nias Barat : Bimtek Tambah Wawasan Aparatur Desa Kelola BUMDes

By On July 27, 2019

Ketua Apdesi Kabupaten Nias Barat Restu Gulo (Facebook) 
Medan - Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) mendukung adanya bimbingan teknik (Bimtek) sejumlah aparatur di desa. Sebab, dengan dilakukannya hal ini, dapat meningkatkan wawasan untuk mengelola dana desa, maupun badan usaha milik desa (BUMDes).

Ungkapan tersebut dikatakan oleh Ketua Apdesi Kabupaten Nias Barat Restu Gulo ketika ditemui wartawan, di Medan Sabtu 27 Juli 2019. Dia ikut mendampingi Bimtek aparatur desa se Kabupaten Nias Barat.

"Bimtek yang dilaksanakan oleh aparatur desa melalui Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pemerintah Daerah (LPPPD) dengan aparatur desa se Kabupaten Nias Barat sangat baik, karena lembaga ini langsung membawa peserta Bimtek ke pabrik atau tempat usaha," kata Restu Gulo.

Dengan membawa aparatur desa kelokasi usaha, maka peserta akan tahu bagaimana mengelola suatu usaha, untuk diterapkan di desa masing masing.

"Di desa ada dana desa, ada dana BUMDes, diharapkan aparatur desa dapat mengadovsi materi ataupun cara yang diberikan oleh pengusaha (pengelola). Ditempat usaha itu, aparatur desa langsung berkomunikasi dengan pemilik atau penanggung jawab bagaimana cara mengelola usaha dari awal sampai berhasil," ucap Restu.

Sebagaimana diketahui, dua puluh empat desa di Kabupaten Nias Barat melakukan Bimtek pengelolaan dana desa dan BUMdes di Kota Medan. Selain memberikan materi lisan dan tulisan, panitia dari LPPPD juga mengajak seluruh peserta kelokasi usaha. Tempat yang dituju panitia di pabrik kerupuk di Medan Tuntungan.

"Kenapa panitia membawa peserta ke Pabrik, agar peserta yang sebagian besar adalah pengelola BUMDes bisa mencontohkan usaha tersebut. Kalau pabrik keripik atau kerupuk itu sangat pas, karena di Kabupaten Nias Barat banyak bahan bakunya. Jadi, tidak sulit mencarinya. Kalau BUMDes ini bisa dikelola dengan baik, maka akan mendatangkan pendapatan dan bisa menyejahterakan masyarakat desa," ujar Restu yang juga wakil ketua organisasi kepemudaan di Provinsi Sumatera Utara.

Kedepan, seluruh kepala desa dan perangkat desa berwenang di Kabupaten Nias Barat harus mampu mengelola BUMDes. Karena itu merupakan kewajiban.

"Kita di Kabupaten Nias Barat optimis BUMDes akan berjalan dengan baik jika dikelola dengan baik dan benar," tandasnya.

Terpisah, peserta Bimtek, Kepala Desa Lolohia, Kecamatan Mandehe Barat, Kabupaten Nias Barat, Notatema Hia, mengatakan mengikuti Bimtek sangat bermanfaat. Menurutnya, Bimtek menambah wawasan dalam menjalankan tugas dan fungsi.

"Semangat pembangunan desa saat ini mengalami pergeseran makna dari yang sebelumnya hanya paradigma membangun, namun dengan regulasi sekarang paradigma tersebut berubah menjadi desa membangun yang berarti desa menjadi subjek atau pelaku pembangunan itu sendiri," katanya.

Dengan adanya perubahan paradigma tersebut dan banyaknya regulasi baru terkait desa serta meningkatnya dana yang harus dikelola desa membawa konsekuensi yang besar dan berat kepada apratur penyelenggara pemerintahan desa.

“Karena kedepan dituntut harus mempunyai kualitas SDM yang mampu melaksanakan tugas dan kewenangan masing-masing secara optimal, memiliki kreativitas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, memiliki pemahaman yang cukup dalam pengelolaan keuangan desa. Jadi Bimtek ini sangat baik," kata Notatema Hia.(red)

Contact Form

Name

Email *

Message *