BRI Capem Jalan AR Hakim Kecewakan Nasabah

Medan, Suaraperjuangan.id - Berbagai alasan dilontarkan pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pembantu (Capem) Jalan AR Hakim Medan, untuk menolak nasabah yang akan melakukan penarikan tunai.

Seperti dialami salah seorang nasabah BRI, Adi, warga Jalan AR Hakim Medan, Senin, (13/2/23), saat akan melakukan penarikan tunai di Kantor BRI Capem Jalan AR Hakim, tidak dibolehkan oleh Security-nya Bank Milik Pemerintah itu dengan alasan tidak cukup waktu untuk melakukan penarikan tunai karena masih banyak nasabah yang mengantri.

Padahal ungkap Adi kepada wartawan di Medan, saat itu masih ada waktu sekitar lebih kurang setengah jam lagi menuju pukul 15.00.WIB.Namun sang Securitynya tetap bersikukuh menolak nasabah untuk melalukan transaksi.

"Sangat kecewa dengan pelayanan BRI ini, masih ada waktu setengah jam untuk melakukan penarikan, tapi kenapa gak dibolehkan. Alasan yang sangat kunopun dilontarkan oleh Seorang Securitynya. Dia tidak berani memberikan nomor antrian karena alasan waktu, dan sudah banyak nasabah yang antri di ruangan. Padahal, saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, ruang antrian tanpaku lengang," ungkap Adi yang mengaku sudah lebih tiga tahun menjadi nasabah setia Bank plat merah itu.

Dia juga mengungkapkan, alasan lain dirinya tidak dibolehkan melakukan penarikan tunai karena Security tersebut sudah ditegur pimpinannya untuk tidak menerima antrian nasabah.

Padahal lanjut Adi, sebelumnya sekitar pukul 13.20.WIB, dirinya sudah datang untuk melakukan tarik tunai ke kantor bri tersebut.Namun ucapnya, baru sampai pintu masuk, dirinya sudah dipersilahkan untuk kembali lagi pada pukul 14.00.WIB, oleh seorang karyawan Bank tersebut karena alasan seluruh karyawan sesang istirahat makan.

" Kelihatan jadinya ketidak profesionalan BRI ini. Karyawannya malas melayani nasabah dan cuma mau santai-santai, setiap bulan terima upah. Kalau semua Capem BRI seperti ini, ya kasihanilah nasabah. Jelas sangat merugikannya nasabah," tandasnya.

Parahnya lagi lanjut Adi, dirinya diarahkan oleh Security tersebut untuk melakukan transaksi di BRI link. Dengan entengnya kata Adi, Security tersebut mengatakan bisa melakukan transaksi di BRI Link dengan membawa buku rekening dan KTP.

Namun lanjutnya, ucapan sang Security tersebut dianggap sebagai sebuah pembohongan bagi Adi. Pasalnya, BRI Link tidak bisa menerima transaksi penarikan hanya dengan menggunakan buku rekening dan KTP.

"Apes betul bang,sudah gak boleh narik tunai, malah ditipu lagi sama Security-nya. Diarahkannya aku narik tunai di BRI Link. Dengan yakinnya Security itu bilang bisa transaksi dengan buku rekening dan KTP. Tapi gitu kubilang mau tarik tunai di BRI Link, malah ditolak. Gak bisa kalau cuma paket buku rekening dan KTP aja, mesti paket kartu ATM atau aplikasi BRImo," ujarnya dengan wajah penuh rasa kecewa. (SP/red).

Posting Komentar

0 Komentar