Indramayu – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui sinergi antara petani lokal, TNI Angkatan Laut, serta berbagai pihak terkait dalam program rencana penanaman kedelai seluas 200 hektar di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.
Program ini diawali dengan kegiatan survei lapangan yang bertujuan untuk
memastikan kesiapan lahan dan berbagai aspek pendukung lainnya. Tim gabungan
yang terdiri dari kelompok tani, perwakilan TNI Angkatan Laut, konsultan, serta
penyuluh pertanian turun langsung ke lokasi guna melakukan peninjauan
menyeluruh. Fokus utama survei meliputi kondisi tanah, sistem irigasi, hingga
akses infrastruktur yang menunjang kegiatan pertanian.
Koordinator Kelompok Tani Sukamulya, Haji Mulyadi, menyampaikan bahwa survei
ini merupakan bagian penting dari perencanaan yang terukur dan berkelanjutan.
Menurutnya, langkah awal ini dilakukan agar program yang dijalankan benar-benar
sesuai dengan kondisi di lapangan serta mampu memberikan hasil optimal bagi
para petani.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap tahapan dipersiapkan dengan matang.
Tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi koordinasi dengan
masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh perwakilan TNI Angkatan Laut, Kolonel Edi Eka,
yang menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung program ketahanan pangan
nasional. Keterlibatan TNI Angkatan Laut sejak tahap awal menunjukkan
keseriusan dalam memastikan keberhasilan program, termasuk memberikan masukan terkait
potensi kendala di lapangan.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Desa Sukamulya, Warsim, menyambut baik
kegiatan tersebut. Ia menyatakan kesiapan masyarakat untuk berpartisipasi aktif
dalam program penanaman kedelai ini. Menurutnya, kehadiran berbagai pihak,
termasuk relawan dan TNI Angkatan Laut, membawa harapan baru bagi peningkatan
sektor pertanian di wilayahnya.
Namun demikian, terdapat satu kekhawatiran utama yang selama ini dirasakan
oleh petani, yaitu terkait pemasaran hasil panen. Pengalaman masa lalu menunjukkan
bahwa berbagai program pertanian sering kali hanya berfokus pada produksi,
tanpa diimbangi dengan sistem distribusi dan pemasaran yang jelas. Akibatnya,
komoditas seperti porang, talas, hingga singkong kerap tidak terserap pasar dan
berujung pada kerugian petani.
Menjawab tantangan tersebut, PT Dewanta Global Nusantara hadir memberikan
solusi dengan menjamin penyerapan seluruh hasil panen petani. Direktur Utama
perusahaan, Tarjono, menegaskan komitmennya untuk memastikan hasil produksi
kedelai memiliki kepastian pasar, sehingga petani tidak lagi menghadapi risiko
kerugian akibat distribusi yang tidak jelas.
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah Kabupaten Indramayu yang melihat
program ini sebagai peluang strategis dalam mengembangkan komoditas kedelai.
Selain mengurangi ketergantungan impor, program ini diharapkan mampu
meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ekonomi lokal.
Dengan mengedepankan nilai kerja keras, gotong royong, dan disiplin, program
ini tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga berorientasi
pada keberlanjutan. Survei lapangan yang telah dilakukan menjadi fondasi
penting dalam menyusun langkah-langkah lanjutan, mulai dari persiapan lahan
hingga pelaksanaan penanaman.
Kolaborasi antara petani, TNI, dan berbagai pihak ini diharapkan menjadi
model sinergi yang mampu mendorong kemandirian pangan nasional serta memperkuat
ketahanan bangsa di masa depan.
0 Komentar