Puan Maharani dan Ganjar Pranowo adalah Kakak Beradik dari Trah Kandungan Warna yang Satu dan Sama

Papua,Suaraperjuangan id - Reaksi politik publik boleh berbeda namun darah merah Banteng tetap satu, sama dan abadi.Publik Indonesia digemparkan dengan polemik Kader PDI Perjuangan (Ganjar Pranowo Vs Puan Maharani). 
Banyak pengamat politik, pakar hukum tata negara dan berbagai pakar lainnya pun turut ambil bagian dalam polemik tersebut dengan menganalisis sensasi politik di tahun 2024 mendatang.Namun dibalik itu semua, mereka lupa bahwa sejatinya PDI Perjuangan adalah Partai yang solid dalam ujian dan tantangan; buktinya 10 tahun menjadi oposisi pun tetap kokoh tali silaturahim antar sesama kader Partai. Konteks ini, memberi makna bahwa para pengamat dan oposisi telah menyatakan kelemahan konsep budi pekerti sebelum diuji isi kepalanya. 

Andy Sadipun Komber Dewan Pembina DPW Setya Kita Pancasila Papua Barat (Anak Pedalaman Tanah Papua)

"Sangatlah lucu dan bahkan tak etis, jika melihat para tetangga (kelompok paduan suara karlota), membahas isi rumah orang yang tak mereka ketahui isinya. Sementara pemilik rumah beserta seluruh anggota keluarganya, hanya terdiam, melirik sambil tersenyum dan sepintas menertawakan kedunguan para tetangga  yang terlihat sariawan akibat kekurangan gizi dan vitamin".


Alangkah baiknya jika akal sehat digunakan pada tempatnya, untuk membedakan posisi kehidupan di hotel dan rumah pribadi. Yah, begitulah konsep berpikir yang bijak. Mengapa ? Sebab Hotel merupakan tempat bagi semua orang dengan aturan yang bersifat umum namun rumah pribadi adalah tempat bagi internal keluarga yang dilandasi aturan khusus dengan bimbingan kasih sayang seorang ayah dan ibu. di hotel, kita dilayani dengan baik namun kita harus memberi jaminan pelayanan sebelum dilayani para pelayan, namun beda jika di rumah kita hanya diminta jaga nama baik keluarga dan saling menyayangi antar sesama anggota keluarga sebab sukses dan gagal (suka dan duka), adalah milik bersama. Sangat berbeda kehidupan nya; jika di Hotel sukses dikenal dan gagal malah ditinggalkan. Itulah sejatinya makna dan seni kehidupan yang sering kali terabaikan oleh kemolekan jabatan, harta dan kemewahan sesaat.


"Kasih sayang ibu sepanjang masa". Seorang ibu tak pernah pilih kasih pada semua anaknya. Sungguh makna kalimat ini, sangat mendalam. Ibu selalu setia mendidik dan membina serta mengarahkan anaknya pada posisi yang sesuai dengan kemampuan dan cita-cita anak tanpa pandang bulu pria atau wanita. Sebab itu, seorang ibu akan mempertaruhkan segalanya sekalipun nyawanya untuk keselamatan semua anak nya. Konsep ini, mengajarkan kita akan arti kehadiran seorang ibu. Jangan pernah ragukan kasih sayang seorang ibu, jangan pernah membalas air susu dengan air tuba. Cerewet adalah watak dasar seorang ibu, sebab itu ambil hikmahnya dan jangan pernah dendam dengannya. Ingatlah, kemolekan dan keindahan diluar rumah hanya sesaat.


Nasionalisme PDI Perjuangan tetap solid sekalipun diterpa badai. Banteng yang merumput tidak selalu menunduk jika saatnya tiba maka ia akan menanduk. Persoalan baliho adalah hak privasi setiap kader dan tak ada hubungannya dengan internal keluarga besar banteng. Sebab dalamnya lautan dapat diukur namun dalamnya kebijakan strategi arah politik banteng siapa yang tahu. Kisah ini memberikan masukan berarti bagi keluarga Banteng untuk melihat dan membedakan siapa kawan sejati dan musuh yang sedang menggunting dalam lipatan selimut.

(Riyo E.Nababan/Andy Sadipun Komber)

Posting Komentar

0 Komentar