Mendiktisaintek Bahas Penguatan Riset Bioteknologi Kesehatan Bersama IMI-RAHO Club

JAKARTA – Pengembangan riset dan inovasi kesehatan berbasis teknologi dalam negeri kembali menjadi perhatian dalam upaya memperkuat kemandirian bangsa di sektor kesehatan. Komitmen tersebut tercermin dalam audiensi yang berlangsung antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dengan perwakilan IMI-RAHO Club di Jakarta, Senin (15/6).

Pertemuan tersebut mempertemukan sejumlah tokoh dari kalangan peneliti, akademisi, dan penggerak inovasi yang selama ini aktif mendorong pengembangan teknologi kesehatan nasional. Dari pihak IMI-RAHO Club hadir pimpinan Raho Premier, Prasetio, bersama Sekretaris Inovasi Molekuler Indonesia (IMI), Ir. Tintrim Rahayu, M.Si., serta KAPTEN SAR yang dikenal sebagai penggerak Gerakan Beli Indonesia dan Network Development RAHO Club.



Audiensi juga dihadiri pendiri RAHO Club, Kan Eddy, beserta sejumlah akademisi dan peneliti yang terlibat dalam berbagai pengembangan teknologi kesehatan, termasuk riset mengenai teknologi Nano Bubble. Beberapa nama yang turut hadir antara lain Sutiman Bambang Sumitro, Sabaruddin, dan Aditya Tri Hernowo.

Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas peluang memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pemerintah guna mempercepat lahirnya inovasi kesehatan yang berasal dari hasil penelitian dalam negeri. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem riset yang mampu menghasilkan solusi kesehatan yang aplikatif dan berkelanjutan.


Salah satu topik yang mendapat perhatian adalah pengembangan teknologi Nano Bubble yang saat ini terus diteliti oleh para akademisi dan peneliti. Teknologi tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari inovasi berbasis sains yang dapat mendukung kemajuan sektor kesehatan nasional.

Para peserta juga menekankan pentingnya dukungan terhadap riset dan pengembangan teknologi guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Dengan adanya kolaborasi yang lebih kuat, hasil penelitian diharapkan dapat lebih cepat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pendiri RAHO Club, Kan Eddy, menyampaikan harapannya agar kerja sama antara komunitas riset, perguruan tinggi, dan pemerintah dapat terus diperluas. Menurutnya, inovasi kesehatan yang lahir dari penelitian lokal memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan bioteknologi dan layanan kesehatan di masa depan.

Melalui pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat bahwa kolaborasi yang berkelanjutan menjadi kunci untuk mendorong lahirnya inovasi kesehatan yang berbasis sains, terukur, dan mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan masyarakat secara lebih efektif.

Posting Komentar

0 Komentar