HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Infomarsi

LSM Gempar Sumut Dampingi Orang Tua Korban Pembunuhan di Madina

Ketua Gempar Sumatera Utara (kanan) mendampingi orang tua korban pembunuhan ketika di Mapolres Madina.(foto : Istimewa) 
Madina - Kepolisian Resort Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara dituding tidak profesional dalam menangani kasus dugaan pembunuhan, Zulhadi, lelaki berusia 25 tahun.

Tudingan itu bukan tanpa alasan. Sebab, kasus yang menghilangkan nyawa Zulhadi, sudah berjalan tiga bulan. Kejadian yang terjadi di Senin 27 Januari 2020, di Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Madina ini belum juga ada tersangkanya.

Tudingan tidak profesionalnya Polres Madina untuk mengungkap kasus pembunuhan Zulhadi ditegaskan oleh Iskandar Ray, ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Gerakan Memperjuangkan Amanah Rakyat (Gempar), Sumatera Utara ketika diwawancarai wartawan, Kamis 2 April 2020, kemarin di Markas Komando Polres Madina.

"Iya, saya dan orang tua korban bernama Isman Rangkuti, datang kemari (Polres Madina) untuk menindaklanjuti kasus dugaan pembunuhan. Saya kemari selaku pendamping dari orang tua korban. Setelah saya ikuti proses perkembangan kasus ini, ternyata perkembangan kasus ini agak lambat. Proses lambat itu diantaranya kasus sudah berjalan tiga bulan, tapi belum ada tersangkanya," kata Iskandar Ray.

Selain itu, dikarenakan lambatnya proses penyidikan yang dijalankan oleh pihak Polres Madina, Iskandar Ray mengaku akan terus berjuang dan mendampingi korban sampai kasus ini terungkap.

"Kita berharap agar kasus ini segera diungkap, kita percaya Polres Madina mampu untuk mengungkapnya, siapa pelaku yang membunuh korban," ungkapnya.

Sedangkan Isman Rangkuti berharap agar pelaku yang membunuh anaknya dapat ditangkap.

"Kasus ini sudah tiga bulan, saya berharap agar polisi dapat mengungkap kasus pembunuhan ini," kata Isman.

Diceritakan Isman kepada awak media, korban meninggal karena dikeroyok oleh orang yang tidak dikenal di Kecamatan Naga Juang. Ketika itu, korban baru pulang dari menderes getah, dia juga tahu anaknya dibunuh setelah dapat informasi dari media sosial (Facebook).

"Saya tahu anak saya (Zulhadi) dibunuh dari Facebook anak saya Misnan. Disitu saya lihat foto Zulhadi dalam kondisi luka luka. Sedih kali melihatnya, setelah itu, saya langsung ke Polres Madina ini. Tapi sampai sekarang belum juga diungkap siapa pelakunya. Saya berharap agar pelaku dapat ditangkap," ungkap Isman.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Madina, Ajun Komisaris Polisi D. Ompusunggu ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa kasus ini sudah tahap penyidikan. Sudah naik satu tingkat.

"Kasus ini sudah naik menjadi penyidikan,  berarti sudah naik satu tingkat, kita terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi yang mengetahui adanya peristiwa penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia," kata D. Ompusunggu.

Pengakuan Ompusunggu, mereka kesulitan untuk mencari saksi yang mengatahui persis peristiwa penganiayaan terhadap korban.

"Tapi kita tetap optimis kasus ini bakal terungkap, kami mohon dukungan dari keluarga korban dan masyarakat, jika ada informasi tentang kasus ini, segera berkoordinasi dengan kita," tandasnya.(red)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *