HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Infomarsi

Polda Kaltara Sita Dokumen Perusahaan di Medan

Personel Kepolisian ketika memaparkan hasil pengungkapan.(foto : istikewa) 
Medan - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Utara (Kaltara) memburu pelaku dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) berinisial MS.

Ditreskrimsus Polda Kaltara Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) memburu MS direktur dari PT PNIM sampai ke Medan, tepatnya di Kecamatan Medan Kota dan dibekup oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Bahkan mereka sampai berhari hari untuk melakukan penangkapan itu.

Akan tetapi, ketika kepolisian sampai dirumah direktur PT PNIM, dia tidak berada ditempat, diduga pelaku sudah mengetahui kedatangan tim anti kejahatan dari Polda Kaltara maupun Polda Sumatera Utara itu.

Kasubdit IV Tipidter Polda Kaltara AKBP Hidayat Asykuri Ginting didampingi Kanit II AKP Choirul Jusuf kepada wartawan membenarkan telah melakukan pengejaran pelaku yang melanggar TPPU sampai ke Medan.

"Iya, Direktur PT PNIM berinisial MS kita kejar sampai ke Kota Medan, kita sudah dua hari berada di Kota Medan untuk memburu pelaku, akan tetapi yang bersangkutan tidak kita temukan. Alhasil, kita menyita sejumlah dokumen penting terkait dengan perusahaan atau badan hukum dan lainnya," kata Kasubdit IV Tipidter Polda Kaltara, AKBP Hidayat A Ginting, Minggu 2 Februari 2020, ketika di Mapolda Sumatera Utara.

Menurut Hidayat, awal penetapan MS sebagai tersangka pelanggaran TPPU adalah perkara penipuan dan penggelapan. Dimana kepolisian menduga bahwa uang hasil kejahatan yang dilakukan pelaku mengalir untuk PT PNIM yang bergerak di bidang penjualan bahan bakar migas jenis solar industri ke perusahaan kelapa sawit maupun Batu Bara diwilayah Kaltara.

"Jadi awalnya kita tetapkan HA, karyawan dari PT PNIM, dia diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Perusahaan mencari pemodal dengan modus bisa menyalurkan minyak keperusahaan yang ada di Kaltara. Akan tetapi, realitanya tidak sesuai dengan kesepakatan sehingga tiga orang pemodal mengalami kerugian sebesar Rp 12 miliar. Uang hasil kejahatan itu, diduga mengalir ke PT PNIM, sehingga dengan alat bukti yang kuat, kita tetapkan direktur PT PNIM berinisal MS sebagai tersangka," terang Hidayat.

Selanjutnya, Kanit II Subdit IV Tipidter AKP Choirul Jusuf menambahkan bahwa penetapan tersangka terhadap MS juga sudah dilakukan proses normatif yang cukup panjang. MS telah dipanggil sebanyak dua kali tapi tidak hadir.

"Dia (MS) sudah dua kali kita lakukan pemanggilan, namun tidak hadir sehingga kita tetapkan tersangka. Setelah itu, lalu kita lakukan pemanggilan sekaligus dengan surat perintah membawa, akan tetapi dia tidak ada dialamat yang kita miliki. Sehingga kita lakukan pengejaran yang alamatnya di Kota Medan," kata Choirul Jusuf.

Menurut Kanit, dalam menuntaskan kasus TPPU, kepolisian akan terus memburu MS dan mencari sejumlah aset perusahaan dan kemana saja uang hasil kejahatan itu dipergunakan.

"Menurut informasi dan data outentik yang kita miliki, uang hasil kejahatan penipuan dan penggelapan mengalir keperusahaan sebanyak Rp 6 miliar. Pelaku kita buru sampai ke Medan. Akan tetapi, ketika kita lakukan pengejaran selama dua hari. Pelaku tidak kita temukan, hanya saja sejumlah dokumen kita sita, pendirian PT PNIM, rekening koran PT PNIM dan sejumlah slip pembayaran oleh PT PNIM serta bukti perjanjian kerjasama," kata Jusuf.

Karena pelaku MS tidak ditemukan ketika dilakukan penggeledahan dibeberapa tempat di Kota Medan, kepolisian akan terus melakukan pencarian, bahkan tidak menutup kemungkinan sampai keluar negeri.

"Dalam kasus ini, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru, apabila penyidik berhasil menemukan alat bukti maupun barang bukti yang baru dan mendukung. Kedepan dalam mencari tersangka MS, kita akan koordinasi dengan Bareskrim Polri untuk pencarian, kita harapkan MS mau berprilaku koperatif," tandasnya.(re)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *