HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Infomarsi

Kapolda Sumut : Penghargaan untuk Anggota yang Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Hakim di Medan

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin.(Foto : istimewa) 
Medan - Kepolisian dari Sektor Medan Baru, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara telah mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi terhadap korbannya, Jamaluddin, seorang Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Pembunuhan terhadap Jamaluddin dilakukan oleh istri keduanya berinsial ZH, bersama dua orang temannya, RP dan JP, Jumat 29 November 2019, kemarin.

Setelah mendapati kejadian itu, kepolisian membentuk tim, melakukan penyelidikan, bahkan sampai melakukan otopsi dan visum yang bekerja sama dengan pihak Laboratorium Forensik Mabes Polri.

Pembunuhan yang dilakukan ketiga pelaku cukup bagus, mereka nyaris tanpa meninggalkan alat bukti dan tanda kekerasan. Namun, karena kerja sama dan kerja keras yang dilakukan, penyidik akhirnya bisa menemukan alat bukti hingga memutuskan tiga orang sebagai tersangka. Salah satunya adalah istri muda korban.

Atas kerja sama dan kerja keras yang dilakukan tim kepolisian untuk mengungkap kasus pembunuhan ini, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin akan memberikan penghargaan.

"Iya, kita akan berikan penghargaan kepada anggota, tuntasnya kasus ini berkat kerjasama anggota. Saya apresiasi itu. Saya sudah mengusulkan penghargaan untuk anggota," kata Martuani Sormin, kepada wartawan di Medan, Jumat 17 Januari 2020.

Ada berbagai bentuk penghargaan yang akan ditawarkan oleh Martuani Sormin. Diantaranya berupa pin emas, perak dan sekolah atau pendidikan.

"Saya juga pernah mendapat pin emas dari bapak Kapolri. Rasanya ada rasa bangga dan syukur. Penghargaan akan saya berikan kepada anggota yang terlibat langsung. Penghargaan lainnya bisa juga Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB). Semua penawaran ini sudah saya usulkan kepada bapak Kapolri di Jakarta," ucap Martuani Sormin.

Kapolda Sumatera Utara menambahkan dan berharap agar kejadian menjadi perhatian bersama untuk menjaga keamanan.

"Untuk langkah keamanan di Sumut, kedepannya kita akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Selain itu, perlunya CCTV untuk memantau dan peranan masyarakat luas sangat dibutuhkan untuk membantu tugas-tugas kepolisian. Bhabinkamtibmas dan pihak kepala lingkungan harus lebih bersinergi, lakukan pendataan warga lebih detail. Intinya, kami akan terus memberikan keamanan kepada masyarakat Sumut. Tidak ada tempat bagi kejahatan disini," tandas Martuani.

Sebagaimana diketahui, tim gabungan kepolisian melakukan penyelidikan selama 40 hari, tepatnya Rabu 8 Januari 2020, akhirnya ditetapkan 3 orang sebagai tersangka atas kematian Jamaluddin. Diantaranya ZH, JP dan RP, penetapan tersangka terhadap mereka berdasarkan alat bukti yang otentik, kemudian 50 orang saksi yang turut diambil keterangannya.(reza)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *