HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Infomarsi

Ketua Apdesi Nias Barat : Bimtek Tambah Wawasan Aparatur Desa Kelola BUMDes

Ketua Apdesi Kabupaten Nias Barat Restu Gulo (Facebook) 
Medan - Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) mendukung adanya bimbingan teknik (Bimtek) sejumlah aparatur di desa. Sebab, dengan dilakukannya hal ini, dapat meningkatkan wawasan untuk mengelola dana desa, maupun badan usaha milik desa (BUMDes).

Ungkapan tersebut dikatakan oleh Ketua Apdesi Kabupaten Nias Barat Restu Gulo ketika ditemui wartawan, di Medan Sabtu 27 Juli 2019. Dia ikut mendampingi Bimtek aparatur desa se Kabupaten Nias Barat.

"Bimtek yang dilaksanakan oleh aparatur desa melalui Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pemerintah Daerah (LPPPD) dengan aparatur desa se Kabupaten Nias Barat sangat baik, karena lembaga ini langsung membawa peserta Bimtek ke pabrik atau tempat usaha," kata Restu Gulo.

Dengan membawa aparatur desa kelokasi usaha, maka peserta akan tahu bagaimana mengelola suatu usaha, untuk diterapkan di desa masing masing.

"Di desa ada dana desa, ada dana BUMDes, diharapkan aparatur desa dapat mengadovsi materi ataupun cara yang diberikan oleh pengusaha (pengelola). Ditempat usaha itu, aparatur desa langsung berkomunikasi dengan pemilik atau penanggung jawab bagaimana cara mengelola usaha dari awal sampai berhasil," ucap Restu.

Sebagaimana diketahui, dua puluh empat desa di Kabupaten Nias Barat melakukan Bimtek pengelolaan dana desa dan BUMdes di Kota Medan. Selain memberikan materi lisan dan tulisan, panitia dari LPPPD juga mengajak seluruh peserta kelokasi usaha. Tempat yang dituju panitia di pabrik kerupuk di Medan Tuntungan.

"Kenapa panitia membawa peserta ke Pabrik, agar peserta yang sebagian besar adalah pengelola BUMDes bisa mencontohkan usaha tersebut. Kalau pabrik keripik atau kerupuk itu sangat pas, karena di Kabupaten Nias Barat banyak bahan bakunya. Jadi, tidak sulit mencarinya. Kalau BUMDes ini bisa dikelola dengan baik, maka akan mendatangkan pendapatan dan bisa menyejahterakan masyarakat desa," ujar Restu yang juga wakil ketua organisasi kepemudaan di Provinsi Sumatera Utara.

Kedepan, seluruh kepala desa dan perangkat desa berwenang di Kabupaten Nias Barat harus mampu mengelola BUMDes. Karena itu merupakan kewajiban.

"Kita di Kabupaten Nias Barat optimis BUMDes akan berjalan dengan baik jika dikelola dengan baik dan benar," tandasnya.

Terpisah, peserta Bimtek, Kepala Desa Lolohia, Kecamatan Mandehe Barat, Kabupaten Nias Barat, Notatema Hia, mengatakan mengikuti Bimtek sangat bermanfaat. Menurutnya, Bimtek menambah wawasan dalam menjalankan tugas dan fungsi.

"Semangat pembangunan desa saat ini mengalami pergeseran makna dari yang sebelumnya hanya paradigma membangun, namun dengan regulasi sekarang paradigma tersebut berubah menjadi desa membangun yang berarti desa menjadi subjek atau pelaku pembangunan itu sendiri," katanya.

Dengan adanya perubahan paradigma tersebut dan banyaknya regulasi baru terkait desa serta meningkatnya dana yang harus dikelola desa membawa konsekuensi yang besar dan berat kepada apratur penyelenggara pemerintahan desa.

“Karena kedepan dituntut harus mempunyai kualitas SDM yang mampu melaksanakan tugas dan kewenangan masing-masing secara optimal, memiliki kreativitas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, memiliki pemahaman yang cukup dalam pengelolaan keuangan desa. Jadi Bimtek ini sangat baik," kata Notatema Hia.(red)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *