HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Infomarsi

Napi Pengendali Narkoba Jaringan Malaysia - Indonesia Diungkap BNN Sumut

Kepala BNN Sumut memaparkan hasil penangkapan 
Medan (SP) - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara, mengungkap peredaran narkoba jaringan Malaysia - Indonesia. Empat pengedar dan satu orang narapidana Lapas Tanjung Gusta yang merupakan pengendali bisnis narkoba berhasil ditangkap.

Narapidana yang mengendalikan bisnis haram yang diamankan pihak BNN itu bernama Khairul Arifin, yang baru menjalani hukuman selama 6 tahun dalam kasus yang sama. Khairul Arifin alias Dedek Kunto menjadi motor penggerak jaringan internasional via telepon dari balik jeruji besi.

Bisnis haram yang dikendalikan Khairul terbongkar setelah BNN Provinsi Sumut mengamankan empat anak buahnya yang membawa sabu-sabu kiriman bandar asal Malaysia.

"Kita terlebih dahulu mengamankan 4 orang kaki tangannya atau jaringannya, dari hasil pemeriksaan tertuju pada pelaku Khairul," Ujar Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol Atrial, Jumat (26/4) siang.

Penangkapan pertama, lanjut Brigjen Atrial, dilakukan terhadap Iyan (30), saat hendak mengantarkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 3 kilogram yang dibagi dalam tiga bungkusan kepada Buntut, di Jalan Lintas Sumatera, Desa Padang Halaban, Kecamatan Rantau Utara, Labura pada Sabtu (13/4/2019) dinihari.

"Dia (Iyan) diperintahkan mengantarkan sabu seberat tiga kilogram oleh Sandi (DPO) kepada tersangka Buntut," ujarnya.

Dari hasil interogasi yang dilakukan terhadap tersangka Iyan, petugas kembali melakukan penangkapan terhadap dua orang tersangka lain yakni Said Zulham (42) dan Sangkot Hairot (30), di Gang Aman Kampung Baru Kota Tanjung Balai Sumut.

"Kedua tersangka itu merupakan kurir jaringan yang sama yang diperintahkan oleh Sandi. Barang dari keduanya juga bermuara pada Buntut," ungkapnya.

Pada hari yang sama, petugas BNN melacak dan menemukan keberadaan Buntut yang di sebut-sebut sebagai pengatur bisnis narkoba dari Khairul dari balik jeruji besi. Tepat di Kampung Baru, Gang Sahabat, Kelurahan Kartini, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu Utara, petugas berhasil mengamankan Pebriadi Juhri alias Buntut (29).

"Pebriadi Juhri alias Buntut ini juga sekaligus sebagai gudang yang diperintah oleh tersangka Khairul Arifin alias Dedek Kunto dari dalam Lapas," sebut Atrial.

Dari tangan Buntut petugas menyita barang bukti sebanyak 16 bungkus dengan total 5602 gram dan 1900 butir pil ekstasi serta pil happy five sebanyak 330 butir.

Sehingga total barang bukti yang diungkap petugas dari BNN Sumut sebanyak 8.200 gram sabu dan 1900 butir pil ekstasi serta pil happy five sebanyak 330 butir. Sabu-sabu itu dikemas dalam bungkus susu coklat Milo.

"Kita juga terpaksa melumpuhkan tersangka Iyan, Zulham dan Sangkot karena pada saat pengembangan mereka berusaha melarikan diri," beber Brigjen Atrial.

Untuk  ke lima tersangka, penyidik menjerat mereka dengan Pasal 114, Pasal 112, dan Pasal 132 UU nomor 35 Tahun 2009 Tentang Tindak Pidana Narkotika.

"Ancaman maksimalnya hukuman penjara seumur hidup atau mati," tukas Atrial.

"Kita juga akan berkoordinasi dengan polisi Diraja Malaysia untuk mencaritahu keberadaan D, bandar narkoba Malaysia yang menjadi pemasok sabu dalam jaringan ini," pungkasnya.(tim)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *