HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Infomarsi

Sidang Suparman Penipuan Bisa Loloskan CPNS Digelar, Saksi : Terdakwa Mengaku Punya Kolega di BKN

Medan (SP) - Sidang kasus penipuan senilai 700 Juta dengan modus iming-iming dan janji palsu bisa menjadikan korbannya sebagai CPNS kembali berlangsung diruang cakra VI Pengadilan Negeri Medan, Rabu (14/11) sore.

Sidang yang berlangsung hingga malam hari dengan agenda mendengarkan keterangan tiga orang saksi dari pihak korban yakni
Erna Netty Parinduri, Yustina dan Rimbun Nainggolan berlangsung tegang.

Dalam kesaksiannya ketiga saksi
membeberkan kalau Suparman adalah otak pelaku penipuan CPNS sesuai di alamat KTP masing-masing dan mengaku mempunyai kolega di komisi 2 DPR-RI.

"Pak Suparman ini yang menyuruh saya untuk mencarikan orang yang mau menjadi CPNS dan bahkan terdakwa menjamin kalau melaluinya calon PNS tersebut bisa lolos tanpa syarat karana terdakwa mengatakan punya kolega di komisi 2 DPR-RI dan orang dalam di BKN (Badan Kepegawaian Negara) di Jakarta," jelas Erna kepada majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong.

“Saya waktu itu sangat percaya dengan kata-katanya, apalagi saat itu terdakwa ini masih gagah dan bekerja di PT Inalum,” sambung.

Selanjunya ditempat yang sama, Yustina yang juga selaku saksi korban mengaku kalau dirinya tepah memberikan uang sebesar Rp 770 juta dari 8 orang termasuk anaknya sendiri yang di iming-imingi Suparman bisa diloloskannya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa sekleksi.

Dikatakan Yustina, awalnya dirinya mendapat informasi dari Erna, kalau ada orang yang bisa memasukkan PNS tanpa sekleksi dengan syarat harus membayar sejumlah uang. Jika tamatan SMA  Rp100, D3 Rp150, S1 Rp180

Mendengar hal itu Yustinapun mencari calon-calonnya. Setelah calon didapat Yustina lalu mengajak Erna untuk bertemu dengan Suparman di Inalum, bahkan ketika pertemuan itu Suparman berhasil menyakinkan dan menjamin kalau CPNS pasti jebol tanpa mengikuti seleksi

Namun singkat cerita setelah uang diberikan terdakwa Suparman menghilang dan pindah dari komplek PT Inalum dan uang Rp 770 juta yang mintanya hingga saat ini belum dikembalikan, sedangkan Calon PNS tak satu orangpun ada ikut tes.

"Dari 8 orang termasuk 1 orang anak kandung saya tak satupun ikut tes CPNS, padahal uang telah diterima terdakwa Suparman," sebut Yustina

Sedangkan Rimbun nainggolan yang mengaku sebagai Driver dari saksi korban dalam kesaksiannya membenarkan kalau terdakwa setelah menerima sejumlah uang dari korbannya langsung menghilang dan telepon tak aktif lagi

"Waktu dicari oleh saksi korban kerumahnya, terdakwa sudah pindah, dan kalau pemberian sejumlah uang itu saya hanya mendengar dari buk Erna dan Yustina ketika dimobil," jelas Rimbun yang tak tau banyak tentang masalah uang yang diberikan kepada terdakwa Suparman.

Usai mendengarkan keterangan saksi, akhirnya sidang ditunda dan kembali akan dilanjutkan pada Senin mendatang dengan agenda tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum Ahmad

Diketahui dalam surat dakwaan JPU Ahmad Ketaren menyebutkan, Suparman didakwa melanggar pasal 378 ayat 1 ke 1 KUHPidana, tentang tindak pidana penipuan atas korbannya Salamah.(tim)

Teks foto : Suparman dalam persidangan

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *