HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Infomarsi

Punya Kartu JKN Tapi Tak Bisa Digunakan? Warga Kota Gunungsitoli Kecewa

Gunungsitoli (SP) - Pemerintah Kota Gunungsitoli telah mendata warga miskin pada tahun 2014 dan setiap keluarga mendapatkan Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Kota Gunungsitoli.

Hal ini terbukti salah satu warga didesa Bawodesolo Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara atas nama Kepala Keluarga Anugerah Zendrato dengan nomor 0001402490147 beranggotakan Mesarani Gea (Istri) dari Anugerah Zendrato belum terbit/belum dikasih Kartu JKN nya, Yuliwarni Zendrato, Bezisokhi Zendrato, Tuhosaro Zendrato anak-anak dari Anugerah Zendrato dan Mesarani Gea yang memperoleh Faskes Tingkai I Olora tertanggal 03 November 2014 silam.

Tertuang dalam Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut menyatakan, Kartu Peserta harus dibawa ketika berobat, Apabila kartu ini disalahgunakan akan di kenakan sanksi dan apabila ada perubahan atau kehilangan kartu segera lapor ke ksntoe BPJS Kesehatan setempat.

Anehnya pada Kamis, 26 Juli 2018, anak dari keluarga Anugerah Zendrato dan Mesarani Gea atas nama Yuliwarni Zendrato masuk Rumah Sakit Umum Gunungsitoli, tanpa diduga Kartu Jaminan Kesehatan Nasional yang ia kantongi selama ini tidak aktif.

Akibat dari hal tersebut terpaksa pada hari Jumat 27 juli 2018, keluarga beserta korban meninggalkan Rumah Sakit Umum Gunungsitoli karena tidak ada biaya untuk meneruskan perobatan, ditambah lagi pernyataan dokter yang menangani mengatakan Yuliwarni Zendrato sudah tidak bisa di tangani perobatannya di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli dan harus di rujuk ke Kota Medan.

Anugerah Zendrato saat di konfirmasi di kediamannya Dusun IV Delafiga Desa Bawodesolo Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli dengan wajah pucat mengatakan atas pernyataan dokter yang menangani anaknya, ia pasrah karena tidak memiliki biaya bila di rujuk ke Medan untuk berobat apalagi Kartu Jaminan Kesehatan Nasional yang di keluarkan Pemerintah melakui dinas kesehatan setempat tidak aktif.

"Bayangkan saja anak saya saat masuk RSU pada hari Kamis dan keluar pada hari Jumat biayanya Rp 1.400.000 lebih, itupun yang ku pinjam sama orang lain, jelas saat ini lagi musim hujan tidak bisa menyadap karet," jelasnya sambil meneteskan air mata.

Lanjutnya, dirinya sangat menyesali Pemerintah Kota Gunungsitoli khususnya kepada Dinas Kesehatan yang menonaktifkan Kartu JKN terhadap anaknya.

"Kalau memang kami tidak layak menerima kartu JKN tersebut kenapa tidak semuanya kami di keluarga di nonaktifkan, tapi ini hanya anak saya. Ini tanda tanya besar?," ungkapnya.

Hingga berita ini dikirim keredaksi, belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan dan Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan (BPJS) terdekat.(Fesianus Ndraha)

Teks foto : Kartu JKN Yuliwarni Zendrato

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *