HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Infomarsi

Ortu Yuliwarni Zendrato Kecewa, Kadis Kesehatan Kota Gunungsitoli Non Aktifkan Kartu JKN Tanpa Pemberitahuan

Gunungsitoli (SP) - Diduga ulah Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Gunungsitoli Wilser Juliadi Napitupulu S.Si,Apt.MPH yang mengeluarkan Surat Keputusan menonaktifkan kartu Jaminan Kesehatan nasional (JKN) atas nama Yuliwarni Zendrato warga Dusun IV Delafiga Desa Bawadesolo Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli Faskes Tingkat I Oloria, Anugrah Zendrato jadi mengalami kerugian atau mengeluarkan uang sebesar Rp. 1.415.790,- (satu juta empat ratus lima belas ribu tujuh ratus sembila puluh rupiah) karena Yuliwarni dirawat selama satu hari satu malam di RSUD Gunungsitoli.

Orang tua Yuliwarni Zendrato, Anugerah Zendrato kepada suaraperjuangan.com mengatakan hal ini sangat membuat malu keluarga dan merugikan mereka, dimana sudah miskin ditimpa lagi, ini akibat ulah Kepala Dinas Kesehatan Gunungsitoli, kesalnya.

"Kalau memang sudah di non aktifkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Program Presiden Jokowidodo tersebut kenapa tidak diberitahu dan disosialisasikan kepada warga/masyarakat sehingga tidak mengharapkan bahwa kami diberi bantuan kesehatan gratis oleh Presiden Jokowidodo melalui Pemerintah Kota Gunungsitoli," jelasnya.

"Saya (Anugerah Zendrato Red) memang orang susah, biaya rumah sakit umum yang harus di bayarkan kemarin jelas saya pinjam kepada tetangga dan sampai saat ini belum saya lunasi belum lagi yang lain-lain," katanya mengeluh.

Anugerah meminta kepada Walikota Gunungsitoli agar meninjau kembali keberadaan Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli Wilser Juliadi Napitupulu.

"Agar kedepan hal ini tidak dialami oleh warga/masyarakat Pemerintah Kota Gunungsitoli lainnya," tegasnya

"Diminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Gunungsitoli Wilser Juliadi Napitupulu agar menangulangi kerugian/biaya perobatan yang sudah saya keluarkan akibat ulahnya menonaktifkan kartu BPJS anak saya," terang Anugrah.

Ketika di konfirmasi wartawan, Kadis Kesehatan Kota Gunungsitoli, Wilser Juliadi Napitupulu pada Senin (30/7/2018) sekira pukul 14:20 Wib mengatakan kalau urusan Penonaktifkan Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atas Nama Yuliwarni Zendrato adalah urusan BPJS dan Kartu Jaminan Kesehatan Niasional (JKN) yang di miliki keluarga Anugerah Zendrato di biayai oleh APBN Pusat."Hal ini tetap kita cari solusi," jelasnya.

Sedangkan bagian penanganan pengaduan Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Satriyo yang di konsultasikan tentang Kartu Jaminan Kesehatan Nasional yang di keluarkan oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli mengatakan bahwa Kartu Jaminan Kesehatan Nasional atas nama Yuliwarni Zendrato telah di nonaktifkan berdasarkan Surat keputusan (SK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Gunungsitoli.

"Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang di berikan kepada warga/masyarakat Kota Gunungsitoli di biayai oleh APBD Kota Gunungsitoli, maka sesuai Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli itulah yang di aktifkan," ungkap Satrio.

Mendengar pernyataan Kadis Kesehatan Kota Gunungsitoli Wilser Juliadi Napitupulu dengan Pihak Penanganan pelayanan pengaduan masyarakat BPJS sudan bertolak belakang. Anugrah sangat menyayangkannya.

"Hal ini sangat disayangkan kedua lembaga baik pihak Dinas Kesehatan maupun pihak BPJS saling lempar tanggungjawab," pungkas Anugrah.(Fesianus Ndraha)

Teks foto : Kartu BPJS Yuliwarni Zendrato yang dinonaktifkan Kadis Kesehatan Kota Gunungsitoli

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *