HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Infomarsi

Dua Penumpang Wings Air Kecewa Gagal Berangkat, Duty Manager : Wewenang Binaka

Deli Serdang (SP) - Duty Manager Bandara Kualanamu, Hendry L Tobing kepada wartawan menegaskan bahwa perkara dua orang penumpang yang gagal diberangkatkan oleh Maskapai penerbangan Wings Air pada Kamis (9/8/2018) sekira pukul 09:45 pagi dengan jalur penerbangan Bandara Binaka Gunungsitoli-Kualanamu Internasional Airport  merupakan tanggung jawab dari Manager yang ada di Bandara Binaka.


"Kita tidak tahu persis bagaimana kronogisnya dan kita juga tidak mau berpihak kesana kemari, saran saya agar penumpang yang mengalami kegagalan keberangkatan segera mengadukan ke Bandara di Binaka. Mereka yang lebih paham," ujar Hendry Tobing.


Lanjut Hendry, kalau PT Angkasa Pura II pastinya tidak menginginkan adanya problem (masalah) dikedua belah pihak.


"Carilah win-win solutionnya, biasanya, jika penumpang tidak jadi berangkat karena keterlambatan kedatangan, maka pihak maskapai bertanggung jawab mengembalikan uang, misalnya sepuluh persen dan sebagainya sesuai dengan aturan dari maskapai masing-masing," terangnya.


Nantinya, pihak dari PT Angkasa Pura II Kualanamu juga akan menegur pihak Bandara Binaka jika bekerja tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).


"Semua maskapai pastinya sudah bekerja sesuai dengan S-O-P, namun jika ada yang tidak sesuai dengan S-O-P maka pihak PT Angkasa Pura II akan melakukan teguran," tambahnya.


Tobing menegaskan bahwa dirinya akan membela penumpang yang benar."Jika penumpang terlambat berangkat karena kelalaian penumpang, maka itu adalah resiko dari penumpang, namun jika keterlambatan itu dikarenakan tidak sesuai S-O-P yang dilakukan oleh pihak maskapai, maka saya akan bela. Tapi kita harus tahu dahulu kronologis yang sebenar-benarnya," tegasnya.

Sedangkan mengenai adanya penumpang lain yang menduduki kursi penumpang yang terlambat itu, Hendry mengakui bahwa itu sudah ada aturannya.

"Itu namanya penumpang standby, jadi jika ada yang terlambat, otomatis langsung digantikan olehnya," ungkapnya.

Kepada penumpang maskapai penerbangan, Hendry menghimbau agar jangan pernah sepele terhadap waktu, karena penerbangan ini bukan seperti diterminal angkutan (bus). Tiga puluh menit sebelum keberangkatan lakukan cek in dan dan sebagainya, sedikit terlambat akan mempengaruhi semuanya," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan suaraperjuangan.com sebelumnya, pesawat Wings Air lepas landas pada pukul 09:15 Wib pada Kamis (9/08/2018). Namun lepas landas dari Bandara Binaka Gunungsitoli tujuan Bandara Internasional Kualanamu Medan (KNIA) diduga membawa penumpang siluman (tidak pakai tiket).

Begini informasi yang dihimpun wartawan, ada dua orang penumpang yang diklaim petugas pengecek tiket penumpang di pintu keluar di nyatakan terlambat padahal kesempatan naik pesawat masih ada.

Kedua penumpang yang dianggap terlambat ialah Irene Cristian Telaumbanua didampingi Odaligo Zendrato (40). Kedua penumpang ini kepada suaraperjuangan.com pada pukul 14:15 Wib mengatakan."Pas panggilan atas nama saya dan teman saya di panggil melalui sirene pegeras suara oleh petugas, kami sedang menuju ruangan penumpang. Namun disaat sampai di pintu keluar menuju pesawat kami dicegat oleh petugas dan mengatakan saudara-saudara (kami) sudah  terlambat, padahal rombongan kami masih belum naik tangga pesawat," jelasnya.

Masih keterangan Irene, mereka mengaku sangat kecewa, arena kita sejak pukul 07:40 sudah cek in dan sudah memegang bording pas, tapi dianggap terlambat, ada apa ini?" herannya.

Sedangkan informasi dari teman mereka (Irene Cristian Telaumbanua dan Odaligo Zendrato) bahwa diatas pesawat tempat mereka (nomor kursi) sudah di tempati orang (diduga penumpang gelap).(tim)

Teks foto : Bandara KNIA dan penumpang diduga gelap (dua wanita)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *