HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Infomarsi

Tiga Bulan, Penyidik Polrestabes Medan Belum Periksa Pelapor Dugaan Kasus Penganiayaan?

Medan (SP) - Tim Kuasa Hukum Kristina Tariana Gaho dari kantor hukum Sofyan Abdi Lubis, SH dan Advocat Mezatulo Zai, SH, meminta secepatnya agar penyidik segera memproses pelapor.

"Sudah hampir tiga bulan terjadi masalah ini sampai sekarang masih tergantung, pasalnya, terlapor (Kristina Tariana Gaho) tidak sabar mengklarifikasi dan dituduh sebagai penganiayaan," ujar Sofyan.

Kami sebagai kuasa hukum terlapor, lanjut Sofyan hanya bisa menunggu kepastian dan ketegasan penyidik dalam perkara ini.

"Saya minta penyidik bersikap adil serta bisa mendatangkan pelapor dalam proses penyidikan. Penyidik harus cepat melakukan gelar perkara," ungkapnya kepada wartawan pada Minggu (29/7/2018).

"Sudah dua kali kami datang ke Polrestabes Medan dan klien kami (terlapor) ikut dikonfrontir dan dilayangkan sama kami surat panggilan oleh Penyidik Polrestabes Medan, terakhir Selasa (24/07/2018) kemarin. Namun pelapor tidak datang. Bahkan yang datang yang ngaku ngaku Suami Pelapor Masnidar Gea," terangnya.

Seperti diberitakan suaraperjuangan.com sebelumnya, kasus dugaan penganiayaan Masnidar Gea (Pelapor) yang di duga di lakukan Kristina Tariana Gaho (Terlapor) sudah dilaporkan Masnidar ke Polrestabes Medan dengan nomor LP: 709/K/IV/2018/ SPKT RESTABES MEDAN, namun masih belum ada titik terangnya, terlapor kecewa karena panggilan untuk dilakukannya konfrontir pada hari ini Selasa (24/07/2018) Selasa tidak di hadiri pelapor.

Kristina tidak terima dirinya dituduh oleh Masnidar Gea melakukan penganiayaan yang hanya gara gara pertengkaran adut mulut yang terjadi di Jl.Tangguk Bongkar 10 Medan pada Kamis, 12 April 2018 pukul 15:30 Wib.

"Kejadian ini sudah dibesar-besarkan Masnidar Gea (Pelapor), sampai mereka membuat Laporan di Polrestabes Medan beberapa hari yang lalu," ungkap Kristina Tariana Gaho (terlapor) di Polrestabes Medan, Selasa (24/07/2018).

Terkait dirinya sudah menjadi terlapor, Kristina membantah dan tak pernah melakukan penganiayaan sama si pelapor. " Saya bantah dijadikan sebagai terlapor, karena tidak sesuai dengan perbuatan yang saya lakukan pada saat itu, saya hanya bertengkar adu mulut, lalu kenapa saya dilaporkan sudah terjadi adu fisik atau penganiayaan?" kesalnya.

"Saya ada saksi pak, saya tidak ada adu fisik pada saat pertengkaran itu. Saya tidak terima Masnidar Gea menuduh saya sebagai pelaku penganiayaan," ucap Kristina Tariana Gaho kepada awak Media ini.

"Saksi dari Kristina Tariana Gaho yang sebut namanya Idayani dan Nopi Suhardiansyah Putra juga mengakui tidak ada adu fisik dan penganiayaan antara saya dan Masnidar Gea," ungkapnya.

Sebut Kristina lagi, beberapa hari yang lalu, sudah dua kali dirinya disurati dari Polrestabes Medan untuk diperiksa dan juga saksinya, namun sampai di Polrestabes Medan, penyidik (juper) membatalkan pemeriksaan karena pelapor tidak hadir.

"Terakhir pada hari ini, saya sudah minta di dampingi Kuasa Hukum dari  Law Office Sofyan Abdu Lubis, SH, dan Advocat Mezatulo Zai, SH," terangnya.

Tempat terpisah, Sofyan Abdul Lubis, SH mengaku pada hari ini mendampingi kliennya atas nama Kristina Gaho untuk di lakukan pemeriksaan, namun dibatalkan karena pelapornya belum hadir.

"Saya nilai penyidiknya terkesan kurang baik, kami sudah memenuhi panggilan kedua kali ini, karena sudah dua kali melayangkan panggilan untuk konfrontir sementara pelapor tidak ada. Hanya menghadirkan yang mengaku-ngaku suami pelapor. Suami pelapor ini datangi ruangan Juper namun tidak berani memberikan keterangan. Bahkan etikanya tidak sopan dan melontarkan kata-kata kasar kepada kami kuasa hukum Kristina Gaho," ungkap Sofyan.

Atas adanya perlakuan ini, kuasa hukum Kristina Gaho berharap kepada Kapolrestabes Medan, Kasat Reskrim Polrestabes Medan serta Juru Periksanya (Juper), harus benar-benar adil menyidik kasus ini.

"Penyidiknya lalai melakukan Konfrontir, kami sudah dua kali hadir memenuhi panggilan Konfrontir antara pelapor dan terlapor. Namun pelapor tidak ada. Kami mengambil ketegasan apa bila penyidik tidak serius menghadirkan antara pelapor dan terlapor, kasus ini akan kami lanjutkan  dan penyidiknya akan kami laporkan di Propam Poldasu," tegas kuasa hukum.

Sedangkan penyidik yang menangani perkara ini yaitu Della Ayuza membenarkan bahwa surat panggilan sudah dilayangkan tapi pelapor tidak hadir.(reza)

Teks foto : Kristina didampingi kuasa hukumnya saat di Polrestabes Medan

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *